Tinawati menjelaskan, unsur budaya Banten sengaja ditampilkan melalui kostum yang dikenakan tim senam. Salah satunya dengan mengangkat wastra daerah berupa batik bermotif Tapak Kebo serta berbagai pernik dan aksesori khas Banten.
Ia berharap penggunaan unsur wastra lokal tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Banten melalui kegiatan olahraga.
“Lomba ini juga menjadi ajang memperkenalkan wastra Provinsi Banten berupa batik motif Tapak Kebo serta pernik aksesori khas Provinsi Banten,” katanya.
Bagi Tinawati, olahraga dan pemberdayaan perempuan memiliki keterkaitan yang kuat. Perempuan yang sehat dan aktif dinilai dapat memberikan manfaat bukan hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Lomba Senam Kreasi Nasional 2026 sendiri mengusung tema “Perempuan Bugar, Keluarga Sejahtera, Menuju Indonesia Emas 2045.”
Tema tersebut, kata Tinawati, menggambarkan pentingnya peran perempuan dalam menjaga kesehatan sekaligus menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga.
“Bagaimana perempuan bisa bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat di lingkungan sekitarnya. Bagaimanapun perempuan adalah kekuatan,” ujarnya.
Perwakilan Tangerang
Ketua Persatuan Wanita Olahraga Indonesia (PERWOSI) Provinsi Banten, Aan Muawanah, mengatakan dua tim yang mewakili Banten dalam kompetisi tersebut berasal dari PERWOSI Kota Tangerang dan PERWOSI Kabupaten Tangerang.