Selasa, 22 September 2026

Edukasi Dan Promosi Desa Wisata Candirejo Melalui Sejarah Banyu Asin Dan Strategi Inovasi Pariwisata Kreatif

BAGIKAN:
Edukasi Dan Promosi Desa Wisata Candirejo Melalui Sejarah Ba...
0
Edukasi Dan Promosi Desa Wisata Candirejo Melalui Sejarah Banyu Asin Dan Strategi Inovasi Pariwisata Kreatif
Diskusi tim mahasiswa KKN bersama warga dan pengelola dusun dalam menyusun rancangan pengembangan kawasan Tuk Banyu Asin. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Selain nilai sejarah dan ilmiah, Tuk Banyu Asin juga diikat oleh nilai spiritual dan aturan adat yang dijaga ketat warga Dusun Kaliduren. Situs ini menjadi pusat pelaksanaan tradisi ruwatan, yaitu prosesi pengambilan air yang memiliki makna sakral bagi masyarakat setempat. Berlaku pula norma adat yang melarang pengunjung mandi langsung di sumber mata air serta larangan mengotori kawasan sekitar, yang secara tidak langsung berfungsi sebagai mekanisme konservasi lingkungan yang efektif.

KENDALA INFRASTRUKTUR DAN RANCANGAN PENGEMBANGAN KAWASAN

Meski Desa Candirejo telah diresmikan sebagai salah satu desa wisata tertua di Indonesia dan pernah mencatatkan pendapatan hingga dua miliar rupiah per tahun melalui skema penyertaan modal desa, pengembangan kawasan Tuk Banyu Asin secara khusus masih menghadapi sejumlah kendala. Area parkir masih sangat terbatas, karena kendaraan wisatawan selama ini masih menumpang di pekarangan atau bengkel milik warga. Akses menuju lokasi utama pun hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki melalui jalur yang belum tertata, sementara alokasi waktu kunjungan dalam paket wisata desa relatif singkat, sekitar dua jam. Kondisi ini membuat KDWC belum memasukkan Tuk Banyu Asin ke dalam paket wisata utama, guna menghindari lonjakan pengunjung yang melebihi daya dukung kawasan.

Untuk menjawab tantangan tersebut tanpa merusak integritas alam dan nilai budaya setempat, tim KKN UNS berkolaborasi dengan mahasiswa Teknik Sipil Untidar merumuskan rancangan penataan spasial kawasan Tuk Banyu Asin. Rancangan ini mengusung konsep wisata rekreasi dan relaksasi alam yang memanfaatkan potensi Sungai Sileng, batuan alami, serta vegetasi lokal.

20260921-085115-1.webp
Visualisasi rancangan pengembangan kawasan Tuk Banyu Asin, tampak dari atas. (Sumber: Dokumentasi Pribadi) 

Pada zona atas di tepi jalan utama, dirancang bangunan penerima yang berfungsi ganda sebagai loket tiket dan kafe kecil, lengkap dengan teras pandang yang menghadap langsung ke panorama sungai dan titik mata air. Area ini difungsikan sebagai ruang singgah dan tempat bersantai bagi wisatawan. Pada zona bawah, wisatawan diarahkan melalui jalur pedestrian menuju area terbuka hijau yang dimanfaatkan sebagai area duduk di atas rumput, lokasi memancing, area bermain air, serta titik utama Tuk Banyu Asin.

20260921-085118-1.webp
Denah rancangan penataan kawasan Tuk Banyu Asin. (Sumber: Dokumentasi Pribadi) 

Sebagai elemen penghubung antar-sisi sungai, dirancang pula jembatan pejalan kaki berbahan perpaduan baja dan kayu dengan sistem konstruksi modular yang dapat dilepas-pasang sementara saat musim penghujan, guna mengantisipasi luapan banjir Sungai Sileng. Rancangan ini disusun secara partisipatif bersama warga dan pengelola dusun, dan untuk saat ini masih berstatus sebagai usulan awal yang didiseminasikan untuk dibahas lebih lanjut, karena program masih berada pada tahap perancangan dan belum diimplementasikan secara fisik.

FORUM DISKUSI INOVASI: MENUJU SLOW TOURISM DAN SPORTS TOURISM

Selain program edukasi sejarah Tuk Banyu Asin, tim KKN UNS dan Untidar juga menggelar forum Diskusi Inovasi sebagai Media Koordinasi Strategis dan Edukasi Pariwisata untuk Mendukung Transformasi Desa Wisata Candirejo. Forum ini mempertemukan pengelola desa wisata, pemuda penggerak desa dari Karang Taruna, pelaku UMKM tradisional, serta narasumber dari Dinas Pariwisata, Keolahragaan, dan Pemuda Kabupaten Magelang.

Gempa M7,7 Kembali Guncang Flores, BMKG Ingatkan Potensi Gempa Susulan
Artikel Selanjutnya

Gempa M7,7 Kembali Guncang Flores, BMKG Ingatkan Potensi Gempa Susulan

Kontributor: Ghefira Lia Editor: Herfa Al Jihad
Diterbitkan: 21 September 2026, 04:11 WIB · Diperbarui: 21 September 2026, 12:52 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Cuaca Banten Selasa, 5 Mei 2026, BMKG: Dominan Berawan

Konten Redaksi Selasa, 5 Mei 2026 | 00:15 WIB

Prakiraan Cuaca Banten Hari Ini, Senin, 4 Mei 2026: Berawan

Konten Redaksi Senin, 4 Mei 2026 | 00:15 WIB

Cuaca Banten Minggu, 3 Mei 2026, BMKG: Dominan Hujan Ringan

Konten Redaksi Minggu, 3 Mei 2026 | 00:15 WIB

Dilema Ruang Publik: Menakar Tanggung Jawab Kampus di Tengah Arus Kemacetan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Sabtu, 2 Mei 2026 | 12:36 WIB

Prakiraan Cuaca Banten Hari Ini, Sabtu, 2 Mei 2026: Berawan

Konten Redaksi Sabtu, 2 Mei 2026 | 00:15 WIB

Info Cuaca Banten Jumat, 1 Mei 2026: Berawan, Suhu 24-33 Derajat

Konten Redaksi Jumat, 1 Mei 2026 | 00:15 WIB

Prakiraan Cuaca Banten Hari Ini, Kamis, 30 April 2026: Berawan

Konten Redaksi Kamis, 30 April 2026 | 00:15 WIB

Cuaca Banten Rabu, 29 April 2026, BMKG: Dominan Berawan

Konten Redaksi Rabu, 29 April 2026 | 00:15 WIB

Ikan Sapu-Sapu dan Ironi Kepedulian Manusia terhadap Alam

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 28 April 2026 | 16:25 WIB

Info Cuaca Banten Selasa, 28 April 2026: Berawan, Suhu 24-33 Derajat

Konten Redaksi Selasa, 28 April 2026 | 00:15 WIB

Prakiraan Cuaca Banten Hari Ini, Senin, 27 April 2026: Berawan

Konten Redaksi Senin, 27 April 2026 | 00:15 WIB

Cuaca Banten Minggu, 26 April 2026, BMKG: Dominan Berawan

Konten Redaksi Minggu, 26 April 2026 | 00:15 WIB