Ikuti Kami
Selasa, 22 September 2026 Versi Web
Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan

Edukasi Dan Promosi Desa Wisata Candirejo Melalui Sejarah Banyu Asin Dan Strategi Inovasi Pariwisata Kreatif

Kontributor: Ghefira Lia  | Editor: Herfa Al Jihad
Senin, 21 September 2026 | 04:11 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Forum berfokus pada perumusan inovasi pariwisata kreatif yang adaptif terhadap tren global, salah satunya konsep slow tourism dan sports tourism berupa pengembangan rute wisata jalan kaki dan bersepeda. Konsep ini dinilai menjadi solusi yang lebih ramah lingkungan sekaligus menjawab tantangan menurunnya minat wisatawan khususnya mancanegara, terhadap dokar sebagai moda transportasi tradisional akibat meningkatnya kesadaran terhadap isu kesejahteraan hewan.

Dengan mendorong wisatawan menikmati desa melalui jalan kaki atau bersepeda, konsep slow tourism diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada dokar tanpa menghilangkan daya tarik pengalaman berkeliling desa itu sendiri. Rute yang didiskusikan dalam forum dirancang untuk melewati kawasan agrowisata dan area persawahan milik warga, sehingga wisatawan tidak hanya berpindah tempat, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai aktivitas pertanian warga Dusun Kaliduren, sekaligus memperkuat posisi agrowisata sebagai simpul baru dalam ekosistem pariwisata desa.

Suasana forum Diskusi Inovasi Pariwisata Kreatif KKN UNS dan Untidar di Desa Candirejo. (Sumber: Dokumentasi Pribadi) 

Forum Diskusi Inovasi juga dimanfaatkan sebagai wadah dialog untuk menjembatani hambatan komunikasi yang selama ini terjadi antara pengelola desa wisata dan pelaku UMKM, khususnya pengrajin dan pembuat makanan tradisional. Melalui diskusi dua arah, kedua pihak menyelaraskan visi pengembangan wisata dan memperjelas peran masing-masing dalam mendukung kunjungan wisatawan. Hasil penyelarasan ini dituangkan dalam gagasan awal paket wisata baru yang mengintegrasikan jalur sports tourism dengan kunjungan ke sentra UMKM dan area agrowisata.

Sebagai bagian dari strategi memperluas jangkauan promosi, kegiatan ini juga membekali pengelola desa dan pelaku UMKM dengan edukasi mengenai pemanfaatan User-Generated Content (UGC), yakni konten yang dihasilkan wisatawan sendiri, sebagai sarana promosi berbasis pengalaman. Dengan mendorong wisatawan mendokumentasikan perjalanan menyusuri rute slow tourism dan interaksi dengan pelaku UMKM, promosi digital Desa Candirejo diharapkan dapat berjalan secara organik dan berkelanjutan tanpa bergantung sepenuhnya pada anggaran promosi konvensional.

DAMPAK DAN HARAPAN PROGRAM

Secara sosial, program ini membantu menyatukan persepsi antara akademisi, pengelola desa wisata, dan masyarakat setempat. Melalui forum diskusi terarah, warga diajak secara partisipatif untuk mengenali kembali potensi situs budaya mereka sendiri, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga tradisi ruwatan dan norma adat di tengah arus modernisasi pariwisata. Secara spasial, dokumen rancangan masterplan dan desain infrastruktur modular diharapkan menjadi panduan taktis bagi Pemerintah Desa Candirejo dan KDWC dalam merencanakan pembangunan fisik ke depan, sekaligus meminimalkan risiko pembangunan yang tidak terencana yang berpotensi merusak ekosistem mata air purba. Secara ekonomi, skenario penataan kawasan ini membuka peluang peningkatan pendapatan warga lokal, mulai dari pengelolaan kafe, retribusi paket geowisata, hingga penyerapan tenaga kerja lokal secara berkelanjutan.

Karena sebagian besar program masih berada pada tahap perancangan dan belum diimplementasikan secara fisik, dampak yang terukur sejauh ini masih bersifat kualitatif, dilihat dari tingkat keterlibatan mitra, kesesuaian rancangan dengan nilai dan aturan lokal, serta respons keberterimaan dari KDWC dan tokoh dusun. Dampak kuantitatif seperti peningkatan jumlah kunjungan wisatawan belum dapat diukur pada tahap ini, dan disarankan menjadi bagian dari evaluasi tindak lanjut program.

Melalui kombinasi antara penggalian sejarah lokal dan perumusan strategi inovasi pariwisata, program KKN UNS dan Untidar di Desa Candirejo diharapkan mampu membentuk identitas baru bagi desa wisata ini, yang tidak hanya berdampak pada pemerataan ekonomi warga, tetapi juga mendukung pertumbuhan pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Kontributor: Ghefira Lia  | Editor: Herfa Al Jihad
Senin, 21 September 2026 | 04:11 WIB
Tentang Kiriman Ini

Artikel ini merupakan karya pengguna yang dikirim melalui platform Distrik Banten News dan telah melalui proses moderasi. Status Kontributor tidak menunjukkan keanggotaan Redaksi maupun kewenangan untuk mewakili Distrik Banten News.

Artikel Selanjutnya

Gempa M7,7 Kembali Guncang Flores, BMKG Ingatkan Potensi Gempa Susulan

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

↑ Kembali ke atas
Edukasi Dan Promosi Desa Wisata Candirejo Melalui Sejarah Banyu Asin Dan Strategi Inovasi Pariwisata Kreatif

Bagikan artikel ini melalui