Ikuti Kami
Senin, 21 September 2026 Versi Web
Konten dari Pengguna Opini

Menolak Lupa: Rentetan Peristiwa Kelam dalam Sejarah Indonesia di Bulan September

Kontributor: Ilyas Kamilul
Minggu, 20 September 2026 | 16:05 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Peristiwa tersebut kemudian dikenal sebagai Tragedi Semanggi II. Komnas HAM memasukkan Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II dalam rangkaian peristiwa yang telah melalui penyelidikan dugaan pelanggaran HAM yang berat.

Hingga kini, penting untuk membedakan hasil penyelidikan tersebut dari penetapan pertanggungjawaban pidana individual melalui pengadilan. Penulisan mengenai pihak yang bertanggung jawab secara pidana harus merujuk pada proses dan putusan hukum yang berlaku.

Kasus Pembunuhan Munir Said Thalib

Pada 7 September 2004, aktivis HAM Munir Said Thalib meninggal dunia dalam perjalanan udara menuju Amsterdam, Belanda. Saat itu, Munir sedang dalam perjalanan untuk melanjutkan pendidikan di Belanda.

Hasil pemeriksaan forensik menemukan arsenik dalam tubuh Munir. Kasus kematiannya kemudian memasuki proses penyelidikan dan peradilan.

Pollycarpus Budihari Priyanto, yang saat itu merupakan pilot Garuda Indonesia, menjadi salah satu orang yang diproses dalam perkara pembunuhan Munir. Dalam perkembangan proses hukum, Mahkamah Agung melalui Peninjauan Kembali Nomor 133 PK/Pid/2011 menyatakan Pollycarpus terbukti secara sah dan meyakinkan turut melakukan pembunuhan berencana dan pemalsuan surat. Dalam putusan tersebut, ia dijatuhi hukuman 14 tahun penjara.

Dalam perkara berbeda, Muchdi Purwoprandjono, mantan pejabat Badan Intelijen Negara (BIN), pernah didakwa terkait pembunuhan Munir. Namun, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 31 Desember 2008 menyatakan Muchdi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dan membebaskannya dari dakwaan. Putusan bebas tersebut kemudian tetap berlaku setelah proses hukum berikutnya.

Dengan demikian, fakta yang telah diputus pengadilan perlu dibedakan dari dugaan mengenai keterlibatan pihak lainnya. Pollycarpus telah dinyatakan bersalah melalui proses peradilan, sedangkan Muchdi diputus bebas. Dugaan mengenai keterlibatan pihak lain tidak dapat dinyatakan sebagai fakta hukum sepanjang belum dibuktikan melalui proses peradilan.

Menolak Lupa

Rentetan peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan sejarah Indonesia memiliki berbagai peristiwa dengan latar belakang dan proses hukum yang berbeda. Ada peristiwa yang telah melalui penyelidikan lembaga negara, ada perkara yang telah diproses melalui pengadilan, sementara penyelesaian sejumlah peristiwa lainnya masih menjadi bagian dari perjalanan panjang penegakan HAM di Indonesia.

Kontributor: Ilyas Kamilul
Minggu, 20 September 2026 | 16:05 WIB
Sumber: Detik
Catatan Redaksi

Tulisan ini merupakan opini pengguna. Pandangan yang disampaikan menjadi tanggung jawab penulis dan tidak selalu mencerminkan pandangan Redaksi Distrik Banten News. Status Kontributor tidak menunjukkan keanggotaan Redaksi maupun kewenangan untuk mewakili Distrik Banten News.

Artikel Selanjutnya

“Bau Amis” Penanganan Rokok Ilegal, Aktivis Banten Desak Bea Cukai Merak Buka-Bukaan

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Perampasan Aset Dari Tindak Pidana Korupsi (TPK)

Rabu, 9 September 2026 | 18:45 WIB

Jangan Membenci Bangsa Hanya Karena Ulah Penguasanya

Senin, 17 Agustus 2026 | 20:01 WIB
↑ Kembali ke atas
Menolak Lupa: Rentetan Peristiwa Kelam dalam Sejarah Indonesia di Bulan September

Bagikan artikel ini melalui