Budaya Patriarki Bertemu Roda Kapitalisme: Beban Ganda Perempuan Pekerja Formal dan Informal
Pada akhirnya, budaya patriarki dan struktur ekonomi dapat saling berhubungan dalam membentuk pengalaman perempuan di dunia kerja. Perempuan dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi pada saat yang sama tetap dibebani tanggung jawab domestik. Bentuknya dapat berbeda antara pekerja formal dan informal, tetapi persoalan pembagian kerja dan penghargaan terhadap pekerjaan perawatan tetap menjadi isu penting.
Perspektif feminisme Marxis membantu memperluas pembahasan tersebut. Ketimpangan perempuan tidak hanya dilihat sebagai persoalan individu, tetapi juga sebagai persoalan yang berkaitan dengan pembagian kerja, hubungan ekonomi, dan struktur sosial. Karena itu, kesetaraan gender membutuhkan perubahan yang tidak hanya memberikan ruang kepada perempuan untuk bekerja, tetapi juga memastikan bahwa pekerjaan, pengasuhan, sumber daya, dan tanggung jawab dalam kehidupan keluarga dibagi secara lebih adil.
Penulis: Ilyas
Sumber yang dapat digunakan
Badan Pusat Statistik (BPS). Perempuan dan Laki-laki di Indonesia 2024. Publikasi resmi BPS, 2024.
Publikasi BPS: Perempuan dan Laki-laki di Indonesia 2024
International Labour Organization (ILO). Eksperimen sosial ILO-Magdalene: Perempuan menghabiskan 100 jam pekerjaan perawatan tidak berbayar dalam seminggu, 2024.
ILO Indonesia: Eksperimen sosial tentang pekerjaan perawatan
International Labour Organization (ILO). Perempuan masih kesulitan untuk mengatur pekerjaan berbayar dan pekerjaan perawatan tidak berbayar, 2024.
Tulisan ini merupakan opini pengguna. Pandangan yang disampaikan menjadi tanggung jawab penulis dan tidak selalu mencerminkan pandangan Redaksi Distrik Banten News. Status Kontributor tidak menunjukkan keanggotaan Redaksi maupun kewenangan untuk mewakili Distrik Banten News.