Sabtu, 19 September 2026

Bertahun-tahun Tinggal di Gubuk, Lansia Tanara Menanti Bedah Rumah

Tanara Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten
BAGIKAN:
Bertahun-tahun Tinggal di Gubuk, Lansia Tanara Menanti Bedah...
0
Bertahun-tahun Tinggal di Gubuk, Lansia Tanara Menanti Bedah Rumah

SERANG — Hujan dan angin kencang bukan sekadar persoalan cuaca bagi Aminah (68), warga Kampung Rencalang, RT 007/RW 003, Desa Bendung, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang. Setiap kali hujan turun, perempuan lanjut usia itu dihantui kekhawatiran rumah yang ditempatinya bersama anaknya tak mampu bertahan. Sabtu, (19/09).

Rumah yang menjadi tempat mereka berlindung hanya berupa gubuk sederhana berdinding bilik bambu dengan atap daun rumbia. Sejumlah bagian dinding terlihat berlubang, sementara atapnya sudah lapuk dan rusak.

Kondisi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Keterbatasan ekonomi membuat Aminah dan anaknya tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki rumah secara mandiri.

Aminah mengaku hidup tanpa suami. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, anaknya bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang menurutnya hanya cukup untuk makan.

“Saya tidak punya suami. Saya juga sakit, begitu juga anak saya. Anak saya bekerja sebagai buruh harian lepas. Penghasilannya hanya cukup untuk makan, sehingga tidak ada kemampuan memperbaiki rumah,” ujar Aminah.

Ia mengatakan, kondisi rumah semakin terasa berat ketika hujan turun. Air masuk melalui bagian atap yang telah rusak sehingga membuat bagian dalam rumah ikut basah.

“Kalau hujan datang, di dalam gubuk kami ini basah semua. Saya tidak mengerti proses dan persyaratan mendapatkan bantuan dari pemerintah. Saya hanya berharap suatu saat ada pihak yang bisa membantu memperbaiki tempat tinggal kami,” tuturnya.

Aminah mengaku tidak mengetahui secara jelas prosedur maupun persyaratan untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah dari pemerintah. Karena itu, ia hanya berharap ada perhatian dari pemerintah desa maupun instansi terkait terhadap kondisi tempat tinggalnya.

Senpi Laras Panjang Muncul di Konflik Lahan Cisait, Legalitas Kelompok Rajawali Dipertanyakan
Artikel Selanjutnya

Senpi Laras Panjang Muncul di Konflik Lahan Cisait, Legalitas Kelompok Rajawali Dipertanyakan

Diterbitkan: 19 September 2026, 15:55 WIB · Diperbarui: 19 September 2026, 16:37 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Bertahun-tahun Tinggal di Gubuk, Lansia Tanara Menanti Bedah Rumah

Konten Redaksi Sabtu, 19 September 2026 | 15:55 WIB

Abu Vulkanik Menebal, Polsek Cikande Semprot Jalan dan Kirim 8.000 Liter Air

Konten Redaksi Kamis, 17 September 2026 | 20:59 WIB

Kecamatan Pontang Gerak Cepat, Bantuan Korban Kebakaran Langsung Turun

Konten Redaksi Kamis, 17 September 2026 | 13:40 WIB

Bendungan Sindangheula Jadi Pusat Kemariahan HUT Desa ke-47

Konten Redaksi Kamis, 17 September 2026 | 12:33 WIB

Kecamatan Pontang Perjuangkan Bantuan untuk Korban Rumah Terbakar

Konten Redaksi Rabu, 16 September 2026 | 19:00 WIB

Sempat Memanas, Polemik Jasa Pengamanan PT Khong Guan Kini Kondusif

Konten Redaksi Rabu, 16 September 2026 | 18:37 WIB

Rumah Petani di Pontang Terbakar, Kerugian Capai Rp30 Juta

Konten Redaksi Rabu, 16 September 2026 | 18:34 WIB

Rebutan Jaga Lahan PT Khong Guan Memanas, Warga Soroti Senjata Laras Panjang

Konten Redaksi Selasa, 15 September 2026 | 23:13 WIB

Tumpukan Sampah di Jalur Serang–Jakarta Dibersihkan, Warga Diingatkan

Konten Redaksi Selasa, 15 September 2026 | 14:24 WIB

Cegah Mafia BBM Subsidi, Polsek Jawilan Pasang Layanan 110 di SPBU

Konten Redaksi Senin, 14 September 2026 | 18:31 WIB