Namun hingga memasuki hari ketujuh, pencarian belum menemukan tanda-tanda keberadaan kedelapan orang tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten, Al Amrad, mengatakan keputusan memperpanjang operasi selama tiga hari diambil setelah dilakukan evaluasi bersama seluruh unsur yang terlibat.
Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai data, termasuk informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
“Hasil evaluasi operasi SAR hari ketujuh, sampai saat ini masih nihil. Berdasarkan hasil rapat koordinasi tadi, kita akan lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan,” ujar Al Amrad.
Menurutnya, kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan dalam operasi pencarian. Kabut yang muncul di sejumlah wilayah perairan membatasi jarak pandang dan menghambat pergerakan helikopter.
Tim juga telah melakukan pencarian hingga radius tiga kilometer dari kawasan Gunung Anak Krakatau dengan tetap memperhatikan aktivitas vulkanik.
Sejauh ini, arah pencarian mengikuti prediksi pergerakan arus yang mengarah ke Samudra Hindia hingga memasuki wilayah Bengkulu.
Dengan tambahan waktu tiga hari, Tim SAR Gabungan kembali akan memaksimalkan seluruh kekuatan yang tersedia. Harapannya, pencarian yang telah berlangsung selama sepekan lebih itu dapat segera memberikan jawaban bagi keluarga lima jurnalis dan tiga kru kapal yang masih dinyatakan hilang di perairan Selat Sunda.