Operasi pencarian terus berkembang dari hari ke hari. Pada awal pencarian, tim menyisir titik terakhir yang diduga menjadi lokasi hilangnya speedboat tersebut.
Memasuki hari kedua, pencarian diperluas ke sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Perluasan dilakukan dengan mempertimbangkan kemungkinan pergeseran perahu akibat arus laut.
Pada hari ketiga, kekuatan pencarian kembali ditambah. Sebanyak 11 kapal dan sekitar 300 personel dikerahkan untuk menyisir kawasan Gunung Anak Krakatau, Pulau Rakata, Pulau Panjang hingga Pulau Sertung melalui jalur laut dan udara.
Pencarian pada hari keempat dan kelima semakin diperluas. Tim SAR Gabungan menyisir area lebih dari 3.200 mil laut persegi, termasuk wilayah pesisir Bengkunat, Lampung.
Helikopter HR-3604 dan drone termal turut digunakan untuk memperluas jangkauan pencarian. Dalam proses penyisiran, tim menemukan sejumlah benda di laut, seperti jeriken, terpal, pelampung dan jaket.
Seluruh material tersebut kemudian menjadi perhatian tim untuk memastikan apakah memiliki keterkaitan dengan speedboat dan delapan orang yang hilang.
Upaya pencarian juga mendapat dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital. Pelacakan dilakukan melalui jaringan operator seluler dan spektrum frekuensi.
Pada hari keenam, area pencarian kembali diperbesar hingga mencapai sekitar 6.010 mil laut persegi dengan mengikuti prediksi arah arus dan kemungkinan pergeseran target.