“Tim masih berada di lapangan dan terus kami monitor. Kondisi cuaca, angin cukup kencang dan gelombang sekitar satu sampai dua meter. Kami terus memantau perkembangan pencarian dari posko di Carita,” ujarnya.
Meski dihadapkan pada kondisi alam yang cukup menantang, seluruh unsur yang terlibat masih terus melakukan penyisiran dan memperluas pencarian.
Kapolda berharap masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda, dapat membantu memberikan informasi apabila menemukan sesuatu yang diduga berkaitan dengan rombongan yang sedang dicari.
Warga diminta segera melapor kepada petugas jika menemukan benda terapung, pelampung, atau barang lain yang mencurigakan di laut.
“Apabila masyarakat atau nelayan menemukan benda-benda mencurigakan atau benda yang terapung di laut, segera informasikan kepada petugas atau posko kami yang berada di Carita. Informasi tersebut akan membantu tim untuk segera melakukan pengecekan dan langkah pencarian,” katanya.
Di tengah operasi pencarian, masyarakat dan nelayan juga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih mengalami erupsi.
Petugas mengingatkan agar masyarakat tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dan tetap mematuhi batas aman yang telah ditetapkan, yakni lebih dari radius tiga kilometer dari kawasan gunung.
Hingga pencarian memasuki hari kedua, tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di lima titik. Perkembangan operasi pencarian terhadap rombongan media tersebut terus dipantau dari posko yang berada di Carita.