Duta Bahasa Banten Lawan Kekerasan Verbal di Sekolah
Saat ini, pelaksanaan program masih berada dalam tahap koordinasi dengan sekolah dan Dinas Pendidikan. Uji coba awal direncanakan dilakukan di SMA Negeri 4 Serang.
Dalam pelaksanaannya, program akan melibatkan pelajar yang dipilih sebagai Duta Tutur. Mereka nantinya akan menjadi bagian dari upaya kampanye penggunaan bahasa yang positif di lingkungan sekolah.
Setiap sekolah akan memilih satu pasangan Duta Tutur, terdiri dari pelajar putra dan putri. Mereka kemudian akan mendapatkan pembekalan serta pendampingan dari Ikatan Duta Bahasa Provinsi Banten.
Keberadaan Duta Tutur diharapkan dapat menjadi jembatan antara program dan para siswa. Dengan melibatkan pelajar secara langsung, kampanye pencegahan kekerasan verbal diharapkan lebih mudah diterima oleh lingkungan sekolah.
Setelah tahap awal dilakukan, program Krida TUTUR direncanakan dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain di Provinsi Banten.
Melalui program tersebut, para Duta Bahasa Banten ingin mengajak generasi muda untuk lebih sadar bahwa setiap kata memiliki dampak. Bahasa bukan hanya alat untuk berkomunikasi, tetapi juga dapat membangun hubungan sosial atau justru melukai orang lain.
Dukungan pemerintah daerah diharapkan menjadi langkah awal agar gagasan tersebut tidak berhenti sebagai program kompetisi. Krida TUTUR ditargetkan berkembang menjadi gerakan edukasi yang mampu membangun budaya komunikasi yang lebih santun, ramah, dan saling menghargai di lingkungan pendidikan.
Dengan membawa gagasan tersebut ke ajang Pemilihan Duta Bahasa Nasional, Banten tidak hanya mengejar prestasi. Lebih dari itu, program Krida TUTUR diharapkan menjadi kontribusi nyata generasi muda dalam menciptakan sekolah yang lebih aman dari kekerasan verbal.