Duta Bahasa Banten Lawan Kekerasan Verbal di Sekolah
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kantor Bahasa Provinsi Banten yang hari ini bersilaturahmi sekaligus melaporkan agenda perhelatan Duta Bahasa tingkat nasional,” katanya.
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten, Devyanti Asmalasari, mengatakan Banten memiliki target untuk meningkatkan capaian pada ajang Pemilihan Duta Bahasa Nasional tahun ini.
Pada kompetisi sebelumnya, perwakilan Banten berhasil menempati posisi empat besar tingkat nasional. Hasil tersebut menjadi motivasi bagi Duta Bahasa Banten 2026 untuk meraih pencapaian yang lebih baik.
“Tahun lalu kita meraih peringkat keempat nasional. Semoga tahun ini prestasinya dapat meningkat,” ujar Devyanti.
Ia menjelaskan, Krida TUTUR menjadi salah satu program unggulan yang akan dibawa oleh perwakilan Banten ke tingkat nasional. Program tersebut tidak hanya menjadi gagasan untuk kompetisi, tetapi diharapkan dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat bagi pelajar.
Menurut Devyanti, persoalan kekerasan verbal terhadap anak perlu menjadi perhatian bersama. Ejekan, penghinaan, perkataan kasar dan bentuk pelecehan verbal lainnya sering kali dianggap sebagai persoalan sepele, padahal dapat memberikan dampak terhadap kondisi sosial dan psikologis korban.
Karena itu, edukasi mengenai penggunaan bahasa yang baik dinilai perlu dimulai sejak usia sekolah.
Duta Bahasa Banten 2026, Christian Farold Purba, mengatakan Krida TUTUR lahir dari diskusi dan kesepakatan 20 Duta Bahasa Banten dalam satu angkatan.