Ikuti Kami
Senin, 7 September 2026 Versi Web

Erupsi Anak Krakatau, Layanan Kesehatan Banten Siaga

Konten Redaksi
Senin, 7 September 2026 | 10:59 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Pemantauan kualitas udara, termasuk konsentrasi partikel PM2,5 dan PM10, menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan langkah mitigasi.

Hasil pemantauan selanjutnya akan dilaporkan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons atau SKDR sebagai bagian dari upaya mendeteksi potensi peningkatan masalah kesehatan.

Selain menyiagakan layanan kesehatan, masyarakat juga diminta melakukan langkah-langkah sederhana untuk mengurangi paparan abu vulkanik di lingkungan rumah.

Warga diimbau menutup pintu, jendela dan berbagai celah yang memungkinkan abu masuk ke dalam rumah.

Tempat penampungan air juga perlu ditutup rapat untuk mencegah kontaminasi. Hal serupa berlaku untuk makanan dan bahan pangan yang sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup.

Masyarakat juga diminta berhati-hati saat membersihkan abu vulkanik yang menumpuk di halaman maupun bagian rumah.

Ati mengingatkan agar warga tidak membersihkan abu dengan cara menyapu dalam kondisi kering karena dapat menyebabkan partikel kembali beterbangan dan terhirup.

Abu sebaiknya dibasahi secukupnya terlebih dahulu sebelum dibersihkan.

Senin, 7 September 2026 | 10:59 WIB
Artikel Selanjutnya

Gunung Anak Krakatau Meningkat, Disdik Lebak Terapkan Pembelajaran Dari Rumah

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Erupsi Anak Krakatau, Layanan Kesehatan Banten Siaga

Senin, 7 September 2026 | 10:59 WIB

Waspada! Abu Anak Krakatau Ancam Kesehatan

Minggu, 6 September 2026 | 17:06 WIB
↑ Kembali ke atas
Erupsi Anak Krakatau, Layanan Kesehatan Banten Siaga

Bagikan artikel ini melalui