Ikuti Kami
Senin, 7 September 2026 Versi Web

Erupsi Anak Krakatau, Layanan Kesehatan Banten Siaga

Konten Redaksi
Senin, 7 September 2026 | 10:59 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Bagi kelompok masyarakat tertentu, paparan abu vulkanik juga dapat memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya.

Penderita asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik atau PPOK menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih karena paparan partikel di udara dapat memicu gangguan pernapasan.

“Dampak lainnya meliputi gangguan mata, iritasi kulit, hingga kontaminasi sumber air dan pangan yang tidak tertutup rapat. Selain itu, ada risiko kecelakaan lalu lintas akibat berkurangnya jarak pandang dan jalanan yang licin,” jelas Ati.

Tidak hanya masyarakat, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian utama pemerintah.

Seluruh fasilitas kesehatan diminta memastikan ketersediaan logistik dan obat-obatan esensial untuk menghadapi kemungkinan meningkatnya jumlah pasien.

Persiapan tersebut meliputi kesiapan sistem rujukan pasien, ambulans, ketersediaan tabung oksigen, hingga pulse oximeter untuk memantau kondisi kadar oksigen pasien.

Selain itu, fasilitas kesehatan juga diminta memastikan ketersediaan obat-obatan untuk gangguan pernapasan, termasuk bronkodilator, inhaler dan perlengkapan pendukungnya.

Persediaan cairan steril untuk membersihkan mata juga menjadi bagian dari kebutuhan yang dipersiapkan.

Senin, 7 September 2026 | 10:59 WIB
Artikel Selanjutnya

Gunung Anak Krakatau Meningkat, Disdik Lebak Terapkan Pembelajaran Dari Rumah

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Erupsi Anak Krakatau, Layanan Kesehatan Banten Siaga

Senin, 7 September 2026 | 10:59 WIB

Waspada! Abu Anak Krakatau Ancam Kesehatan

Minggu, 6 September 2026 | 17:06 WIB
↑ Kembali ke atas
Erupsi Anak Krakatau, Layanan Kesehatan Banten Siaga

Bagikan artikel ini melalui