Waspada! Abu Anak Krakatau Ancam Kesehatan
Karena itu, masyarakat tidak dianjurkan menganggap ringan kondisi ketika abu mulai turun di lingkungan tempat tinggal.
Salah satu langkah paling sederhana namun penting adalah menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC merekomendasikan penggunaan respirator N95 untuk melindungi paru-paru dari paparan abu vulkanik, khususnya ketika seseorang harus berada di luar ruangan atau melakukan pembersihan abu.
Masker biasa memang dapat memberikan perlindungan tertentu, tetapi efektivitasnya terhadap partikel abu vulkanik tidak setara dengan respirator partikulat seperti N95. Karena itu, masyarakat yang berada di kawasan terdampak sebaiknya menggunakan pelindung pernapasan yang sesuai.
Selain masker, masyarakat juga dianjurkan menggunakan kacamata pelindung apabila harus berada di luar ruangan. Pakaian berlengan panjang dan celana panjang dapat digunakan untuk mengurangi kontak langsung abu dengan kulit.
Saat abu mulai turun cukup tebal, langkah terbaik adalah tetap berada di dalam rumah dengan pintu dan jendela tertutup. Sistem pendingin udara atau kipas yang mengambil udara dari luar juga sebaiknya dimatikan agar abu tidak masuk ke dalam ruangan.
Masyarakat juga perlu memperhatikan kebersihan sumber air. Abu vulkanik yang masuk ke tempat penampungan air dapat menimbulkan masalah kontaminasi. Karena itu, sumber air yang terkena abu sebaiknya tidak langsung digunakan untuk konsumsi sebelum dipastikan aman.
Bahaya abu vulkanik juga tidak berhenti pada kesehatan manusia. Material tersebut dapat mengganggu kendaraan, mesin, jaringan listrik, saluran air, hingga bangunan.
Abu vulkanik yang menumpuk di atap dapat menjadi sangat berat, terutama ketika bercampur dengan air hujan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan beban struktur bangunan dan dalam situasi tertentu berpotensi menyebabkan kerusakan atau bahkan keruntuhan atap.