Ikuti Kami
Senin, 31 Agustus 2026 Versi Web

“Inside Out” Dorong Kemandirian Mitra dalam Pemberdayaan Anak Marginal di Panti Asuhan Miftahul Huda Blitar

Kontributor: Ghefira Lia
Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:06 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Blitar, 27 Agustus 2026 — Upaya memperkuat kesejahteraan psikologis anak melalui pendekatan kreatif dilakukan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) melalui program “Inside Out” di Panti Asuhan Miftahul Huda, Balerejo, Wlingi, Kabupaten Blitar. Setelah berlangsung selama kurang lebih satu bulan, program yang dilaksanakan pada 17 Juli hingga 16 Agustus 2026 tersebut telah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatannya.

Sebanyak 22 anak asuh mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang untuk memberikan ruang bagi mereka dalam mengenali diri, membangun interaksi dengan lingkungan, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan kemandirian. Di saat yang sama, program juga memberikan pengalaman kepada pengurus dan relawan Komunitas Berbagi Peduli Blitar untuk melanjutkan kegiatan secara mandiri setelah masa pendampingan tim mahasiswa berakhir.

Program ini merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) dengan tema “Pemberdayaan Anak Marginal Menuju Kesejahteraan Berkelanjutan Berbasis Teori Psychological Well-Being di Komunitas Berbagi Peduli Blitar.” Pelaksanaannya berangkat dari kebutuhan mitra untuk memberikan perhatian yang lebih luas terhadap perkembangan anak, tidak hanya dari sisi pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga aspek psikologis. Kepercayaan diri, kemampuan menjalin hubungan dengan orang lain, dan kemandirian menjadi beberapa aspek yang mendapat perhatian melalui rangkaian kegiatan. Pendekatan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam tiga aktivitas utama, yakni Joy in Action, Social Island, dan Memory in Motion, yang diberikan secara bertahap sepanjang pelaksanaan program.

Tim pelaksana dipimpin oleh Yunita Sindi Rahmasari dari S1 PGSD. Ia bersama Anggriyan Esa Ramadani, Ika Nuralia Parameswari, Lendisa Roudlotul Khusna dari S1 PGSD dan Aulia Retno Ayu Salsabila Putri dari S1 Bimbingan dan Konseling menjalankan program di bawah bimbingan Bpk. Sigit Wibowo, S.Pd., M.Pd. Salah satu fokus utama program adalah memastikan keberlanjutan kegiatan setelah mahasiswa menyelesaikan pendampingan. Karena itu, pelaksanaan “Inside Out” menggunakan pendekatan Gradual Release of Responsibility (GRR) yang dikemukakan Fisher dan Frey (2008). Melalui pendekatan tersebut, tanggung jawab secara perlahan dialihkan dari tim mahasiswa kepada mitra.

Proses pengalihan peran berlangsung melalui empat fase. Pada Fase Pertama (I Do), 17–19 Juli 2026, tim masih menjadi pihak yang mengarahkan seluruh kegiatan. Mitra mengikuti proses dengan mengamati pelaksanaan sebagai tahap pengenalan. Anak-anak diajak mengeksplorasi diri melalui aktivitas Joy in Action dengan pertanyaan mengenai bunga yang dapat menggambarkan diri mereka. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pembuatan gantungan kunci dari tutup botol bekas, literasi digital melalui website Inside Out Well-being, presentasi karya, dan pembuatan label afirmasi diri. Untuk membangun kemampuan interaksi sosial, Social Island menghadirkan permainan Rapid Recall, Standing Race, serta kuis mengenai kerja sama. Sementara itu, Memory in Motion diwujudkan melalui pameran hasil karya gantungan kunci yang dilaksanakan secara langsung maupun melalui website program.

Memasuki Fase Kedua A (We Do) pada 24–26 Juli 2026, mitra mulai terlibat lebih aktif dalam pelaksanaan. Eksplorasi diri pada Joy in Action menggunakan warna sebagai media untuk mengenali karakter emosi. Anak-anak kemudian membuat tempat pensil dan mengikuti kegiatan literasi digital serta presentasi karya.

Aktivitas Social Island pada tahap ini meliputi Mission X, estafet tempat pensil, dan kuis mengenai empati. Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan pameran tempat pensil melalui Memory in Motion. Keterlibatan mitra semakin diperkuat pada Fase Kedua B yang berlangsung pada 7–9 Agustus 2026. Pada tahap ini, pengurus dan relawan mulai memperoleh porsi tanggung jawab yang lebih besar dalam memandu ketiga aktivitas utama. Tim mahasiswa secara bertahap mengurangi perannya dan beralih menjadi pendamping. Berbagai aktivitas yang telah diperkenalkan sebelumnya kembali digunakan sebagai sarana latihan. Eksplorasi diri melalui warna, pembuatan tempat pensil, Mission X, blind mission, hingga pameran karya menjadi bagian dari proses penguatan kemampuan mitra sebelum memasuki tahap kemandirian.

Puncak pelaksanaan berlangsung pada Fase Ketiga (You Do) pada 14–16 Agustus 2026. Berbeda dengan fase sebelumnya, pada tahap ini Komunitas Berbagi Peduli Blitar menjadi pihak yang menjalankan seluruh kegiatan, sementara tim mahasiswa mengambil posisi sebagai pemantau dan evaluator.  Pada fase terakhir, anak-anak kembali diajak melakukan refleksi diri melalui pertanyaan mengenai hewan yang memiliki karakter serupa dengan diri mereka. Aktivitas Joy in Action kemudian dilanjutkan dengan pembuatan pot, literasi digital, presentasi karya, dan penyusunan label afirmasi. Dalam Social Island, anak-anak mengikuti permainan Plant Detective, Maze Master, serta kuis yang berkaitan dengan komunikasi. Sebagai kegiatan penutup, Memory in Motion menghadirkan pameran pot hasil karya anak-anak. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi gambaran dari proses pengembangan kemandirian yang berlangsung sepanjang program.

Selain memberikan pengalaman pemberdayaan kepada anak dan mitra, program “Inside Out” juga memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Penguatan psychological well-being diarahkan untuk mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya pada aspek kesejahteraan psikologis. Integrasi literasi digital dan penggunaan website program sebagai ruang pameran daring turut berkaitan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Penyelesaian program sekaligus menunjukkan tercapainya arah utama pemberdayaan yang dirancang sejak awal. Mitra diharapkan memiliki kapasitas untuk meneruskan kegiatan secara mandiri dan berkesinambungan, sementara anak-anak memperoleh ruang untuk terus mengembangkan aspek psikologis melalui aktivitas yang telah diperkenalkan selama program.

Dengan berakhirnya masa pendampingan mahasiswa, keberlanjutan “Inside Out” kini berada pada mitra. Komunitas Berbagi Peduli Blitar diharapkan dapat mempertahankan dan mengembangkan kegiatan yang telah dibangun sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh anak-anak binaan Panti Asuhan Miftahul Huda dalam jangka panjang.

Kontributor: Ghefira Lia
Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:06 WIB
Artikel ini merupakan tanggung jawab kontributor dan tidak mencerminkan pandangan redaksi Distrik Banten News.
Artikel Selanjutnya

Ancaman Kesehatan di Balik Kebiasaan Tidur Larut Malam yang Sering Diabaikan

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Krisis Membangun Ruang Digital yang Sehat

Senin, 4 Mei 2026 | 17:31 WIB

Cara Menyimpan Makanan di Kulkas agar Tahan Lama

Minggu, 12 April 2026 | 21:00 WIB

Tips Tetap Produktif Meski Alami Hari Buruk di Kantor

Minggu, 12 April 2026 | 20:12 WIB

Sulit Berhenti Merokok? Ini dia Cara Efektifnya

Minggu, 12 April 2026 | 19:00 WIB

Cara Membedakan Madu Asli dan Palsu di Rumah

Minggu, 12 April 2026 | 17:00 WIB
↑ Kembali ke atas
“Inside Out” Dorong Kemandirian Mitra dalam Pemberdayaan Anak Marginal di Panti Asuhan Miftahul Huda Blitar

Bagikan artikel ini melalui