Selain rumah MA, tiga rumah warga lainnya juga dilaporkan mengalami kerusakan. Rumah milik Mufid (41), Saprudin (46), dan Nendi (45) masing-masing mengalami kerusakan dengan kategori sedang.
Sementara itu, total kerugian materiil akibat peristiwa tersebut masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
“Untuk kerugian materiil masih dilakukan pendataan. Yang terpenting saat ini adalah memastikan kondisi lingkungan aman serta membantu warga membersihkan puing-puing dan memulihkan kondisi pascakejadian,” kata Maruli.
Kegiatan pembersihan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi kepolisian untuk mengingatkan masyarakat mengenai bahaya bahan-bahan yang dapat memicu ledakan.
Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar tidak menyimpan maupun menggunakan bahan yang berpotensi menimbulkan ledakan secara sembarangan. Bahan tersebut dinilai dapat membahayakan keselamatan manusia dan lingkungan sekitar apabila tidak ditangani sesuai prosedur.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, apabila masih menyimpan bahan-bahan yang dapat memicu ledakan agar segera diserahkan kepada aparat kepolisian. Jangan disimpan atau digunakan secara sembarangan karena dapat membahayakan keselamatan dan lingkungan sekitar,” tegas Maruli.
Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, warga diminta tidak mengambil risiko apabila menemukan benda atau bahan yang mencurigakan.
Masyarakat juga diminta segera berkoordinasi dengan aparat apabila mengetahui adanya bahan yang diduga dapat menimbulkan ledakan.