RABU, Gerakan Literasi Pagi di SMKN 1 Cilegon untuk Tingkatkan Minat Baca Siswa
Sekolah melihat pembiasaan sebagai salah satu kunci dalam membangun budaya literasi. Ketika siswa terbiasa berinteraksi dengan buku, mereka diharapkan semakin terlatih memahami informasi, memperluas pengetahuan, sekaligus memiliki kemampuan berpikir yang lebih baik.
Dalam pelaksanaannya, sekolah juga memberikan perhatian terhadap jenis buku yang dibaca siswa. Peserta didik diarahkan membawa bahan bacaan yang sesuai dengan lingkungan pendidikan serta nilai-nilai yang diterapkan di sekolah.
Buku yang mengandung unsur SARA, politik, pornografi, kekerasan, maupun konten lain yang dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan aturan sekolah tidak diperbolehkan digunakan dalam kegiatan RABU.
Ketentuan tersebut diterapkan agar kegiatan membaca tidak hanya menjadi sarana meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga tetap berada dalam koridor pendidikan karakter.
Program RABU merupakan salah satu program baru di bidang kesiswaan SMKN 1 Cilegon. Dalam pelaksanaannya, sekolah melibatkan guru melalui pendampingan MGMP serta wali kelas.
Keterlibatan guru dan wali kelas dinilai penting agar kegiatan membaca dapat berjalan secara terarah. Guru tidak hanya memastikan kegiatan berlangsung sesuai jadwal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menumbuhkan minat membaca di kalangan peserta didik.
Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penguatan literasi tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan besar. Kebiasaan membaca selama 30 menit setiap pekan dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih dekat dengan buku dan pengetahuan.
Sekolah berharap kegiatan RABU dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kemampuan peserta didik. Dengan membaca secara rutin, siswa diharapkan semakin terbiasa memahami berbagai informasi dan mampu mengaplikasikan kemampuan tersebut dalam proses pembelajaran.
Artikel ini merupakan karya pengguna yang dikirim melalui platform Distrik Banten News dan telah melalui proses moderasi. Status Kontributor tidak menunjukkan keanggotaan Redaksi maupun kewenangan untuk mewakili Distrik Banten News.