Mega Proyek Singapura: 3 Pulau Bakal Disatukan, Disiapkan Jadi Pusat Industri Masa Depan
Pulau ini memiliki sejarah geografis yang menarik. Berdasarkan survei Selat Singapura pada 1946, ketinggian Pulau Sudong mencapai sekitar 55 kaki hingga bagian puncak pepohonan.
Pulau tersebut berada di ujung timur sebuah gugusan terumbu karang yang cukup luas. Ketika air laut surut, sebagian permukaan terumbu dapat terlihat di atas permukaan air.
Data pada 2013 mencatat luas Pulau Sudong sekitar 208,5 hektare. Sejak dekade 1980-an, kawasan ini juga telah ditetapkan sebagai wilayah latihan penembakan dengan peluru tajam oleh Angkatan Bersenjata Singapura.
Karena itu, Sudong memiliki fungsi strategis yang berbeda dari Semakau maupun Bukom. Keberadaannya juga menjadi salah satu faktor penting dalam melihat bagaimana rencana penggabungan pulau tersebut akan dilaksanakan.
Bukan Sekadar Menambah Daratan
Rencana menggabungkan Semakau, Bukom, dan Sudong menunjukkan bagaimana Singapura terus mencari cara untuk mengatasi keterbatasan lahan. Sebagai negara dengan wilayah yang relatif kecil, perluasan daratan melalui reklamasi telah menjadi salah satu strategi pembangunan yang digunakan selama beberapa dekade.
Namun, proyek terbaru ini memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar menambah luas wilayah. Pemerintah Singapura mengarahkannya untuk mendukung kebutuhan industri masa depan, memperkuat infrastruktur energi, serta membuka ruang bagi manufaktur maju.
Kawasan tersebut bahkan berpotensi menjadi salah satu proyek jangka panjang yang menentukan arah pengembangan industri Singapura pada masa mendatang.