Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Geopolitik Memanas!
DISTRIKBANTENNEWS.COM, Iran - Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah pemerintah Teheran menegaskan tidak akan tunduk terhadap ancaman Presiden AS Donald Trump.
Iran bahkan mengancam akan menutup Selat Hormuz, salah satu jalur utama perdagangan minyak dan gas dunia, jika Washington benar-benar menyerang fasilitas energi mereka.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dengan tegas menyatakan kesiapan mereka untuk mengambil langkah-langkah ekstrem tersebut.
Pernyataan itu muncul sebagai tanggapan langsung atas ultimatum Trump yang mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak segera membuka kembali akses Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.
Mengutip laporan CNBC Indonesia yang melansir Reuters pada Senin (23/3/2026), IRGC menegaskan bahwa penutupan Selat Hormuz akan menjadi langkah strategis jika AS benar-benar merealisasikan ancamannya.
Selain itu, Iran juga diperingatkan bahwa perusahaan-perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah akan menjadi sasaran serangan.
Dalam pernyataan resminya, Garda Revolusi Iran menyebut bahwa fasilitas energi di negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS juga berpotensi menjadi sasaran.
Hal ini menandakan eskalasi konflik tidak hanya akan terbatas di Iran dan AS, tetapi bisa meluas ke wilayah Timur Tengah secara keseluruhan.