Warisan Keteladanan KH. A. Wajihaddien, Hidayatul Faizien Konsisten Gelar Upacara HUT RI
A.H Fahmy menegaskan bahwa keberadaan pesantren dalam perjalanan bangsa Indonesia memiliki hubungan erat dengan sejarah perjuangan kemerdekaan. Menurutnya, ulama dan santri memiliki kontribusi dalam perjuangan bangsa, sehingga nilai perjuangan tersebut perlu terus ditanamkan kepada generasi santri.
“Semangat juang kemerdekaan tidak pernah terlepas dari perjuangan para ulama dan santri. Kalau dahulu perjuangan dilakukan untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka perjuangan santri hari ini adalah mengisi kemerdekaan melalui ilmu, pendidikan, akhlak, kedisiplinan, dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Pelaksanaan upacara tahun ini berlangsung tertib dan khidmat. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, termasuk pengibaran Bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kehadiran sekitar 500 peserta menunjukkan keterlibatan yang kuat dari keluarga besar pesantren dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
A.H Fahmy juga berharap tradisi tersebut dapat terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Menurutnya, upacara bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari proses pendidikan karakter bagi santri.
“Jangan melihat upacara ini hanya sebagai kegiatan seremonial setiap tanggal 17 Agustus. Di dalamnya ada pendidikan tentang disiplin, tanggung jawab, persatuan, penghormatan kepada para pahlawan, dan kecintaan terhadap tanah air. Nilai-nilai itulah yang harus terus diwariskan kepada para santri,” tutur A.H Fahmy.
Tradisi yang dimulai sejak 2016 tersebut kini menjadi bagian dari agenda keluarga besar Pondok Pesantren Hidayatul Faizien dalam memperingati kemerdekaan. Konsistensi pelaksanaannya menunjukkan upaya pesantren dalam mengintegrasikan pendidikan keagamaan dengan pendidikan kebangsaan.
Sebagai salah satu pesantren yang telah lama berkembang di wilayah Garut, Pondok Pesantren Hidayatul Faizien juga memiliki sejarah panjang dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Sumber dokumentasi pihak lain mencatat keberadaan pesantren tersebut sebagai salah satu pesantren tua di Garut yang telah berdiri sejak 1866.
Melalui pelaksanaan upacara HUT RI ke-81, Pondok Pesantren Hidayatul Faizien kembali menegaskan komitmennya untuk menanamkan nasionalisme dan patriotisme kepada para santri. Nilai perjuangan para pendahulu diharapkan tidak berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi diwujudkan dalam kehidupan santri melalui pendidikan, kedisiplinan, akhlak, persatuan, dan pengabdian kepada bangsa serta negara.