A.H Fahmy juga menekankan bahwa pelaksanaan upacara tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi santri, khususnya dalam menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, persatuan, dan penghormatan terhadap simbol-simbol negara.
“Kita berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan upacara. Nilai yang diperoleh dari peringatan kemerdekaan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam belajar, berorganisasi, bermasyarakat, maupun dalam menjaga persatuan,” katanya.
Pelaksanaan upacara HUT RI ke-81 di Pondok Pesantren Hidayatul Faizien menjadi salah satu bentuk komitmen lembaga dalam mengintegrasikan pendidikan keagamaan dengan pendidikan kebangsaan. Melalui kegiatan tersebut, santri diharapkan memiliki pemahaman bahwa menjadi bagian dari bangsa Indonesia juga berarti memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan dan berkontribusi dalam pembangunan.
Dengan diikuti sekitar 500 peserta, kegiatan berlangsung hingga selesai dalam suasana tertib. Peringatan HUT RI ke-81 tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat kebangsaan seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Hidayatul Faizien serta mendorong para santri untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan melalui pendidikan, pengabdian, kedisiplinan, keikhlasan, dan akhlak.