Ikuti Kami
Jumat, 14 Agustus 2026 Versi Web

Kekeringan Meluas, 72 Hektare Sawah di Kabupaten Serang Tak Bisa Dipanen

Penulis: Yustinus Agus
Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:07 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan sistem pertanian modern. Jika dalam kondisi normal produksi padi berada pada kisaran lima hingga enam ton per hektare, melalui program PMAS produksi ditargetkan dapat meningkat menjadi sekitar 10 hingga 12 ton per hektare.

DKPP Kabupaten Serang telah mengajukan calon petani dan calon lokasi (CPCL) untuk penerapan program tersebut pada lahan seluas sekitar 1.600 hektare. Sementara target keseluruhan program di Kabupaten Serang mencapai 6.367 hektare.

Penerapan PMAS akan diprioritaskan pada wilayah yang masih memiliki ketersediaan air relatif memadai. Beberapa kawasan yang dipersiapkan antara lain Kecamatan Ciruas, Kecamatan Carenang, serta wilayah yang mendapatkan pasokan air dari Bendungan Pamarayan.

Suhardjo menilai penerapan sistem pertanian modern membutuhkan pemahaman yang baik dari para petani. Karena itu, program tersebut juga dibarengi dengan sekolah lapangan dan pendampingan agar petani tidak hanya menerima teknologi, tetapi mampu menerapkannya secara tepat di lahan masing-masing.

Penyuluh pertanian dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kabupaten Serang telah diarahkan untuk mendampingi penerapan program tersebut. Setiap penyuluh memiliki wilayah binaan yang menjadi lokasi penerapan sistem pertanian modern.

Program tersebut saat ini ditargetkan mencakup sekitar 1.600 hektare lahan dengan melibatkan sekitar 1.600 kelompok tani.

Di tengah ancaman kemarau yang masih berlangsung, langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Serang. Pemerintah daerah tidak hanya berupaya menyelamatkan tanaman yang masih bisa dipertahankan, tetapi juga menyiapkan strategi agar petani tetap mampu meningkatkan produktivitas pada musim tanam berikutnya.

Kondisi kekeringan yang meluas menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan sangat bergantung pada ketersediaan air dan kesiapan infrastruktur pertanian. Pompanisasi, pembangunan serta perbaikan jaringan irigasi, penyediaan benih, hingga penerapan teknologi pertanian menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan pola musim.

Penulis: Yustinus Agus
Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:07 WIB
Artikel Selanjutnya

Warga Pontang Kesulitan Air, Polres Serang Datang Bawa 8.000 Liter Bantuan

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

↑ Kembali ke atas
Kekeringan Meluas, 72 Hektare Sawah di Kabupaten Serang Tak Bisa Dipanen

Bagikan artikel ini melalui