Jelang 17 Agustus, PATRA Minta Driver Ojol Waspadai Isu Provokatif di Media Sosial
Dalam kesempatan tersebut, Irfan juga mengingatkan agar kasus meninggalnya pengemudi ojol Affan Kurniawan tidak kembali dimanfaatkan sebagai bahan provokasi.
Dia meminta masyarakat tidak menjadikan peristiwa tersebut sebagai alasan untuk membangun pertentangan antarkelompok, terlebih jika informasi yang beredar di media sosial belum diketahui secara utuh.
Irfan menekankan pentingnya membedakan antara fakta, opini, potongan informasi, hingga narasi yang sengaja dibangun untuk menggiring emosi publik.
Menurutnya, masyarakat, termasuk para driver ojol, harus mengedepankan sikap tabayun atau melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum mengambil kesimpulan maupun tindakan.
“Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan kejadian tersebut untuk memecah belah persaudaraan atau memprovokasi rekan-rekan driver ojol. Mari kita sama-sama menjaga situasi tetap aman dan menghormati proses yang berlaku,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan bahwa isu sensitif sangat mudah berkembang menjadi persoalan yang lebih besar ketika disertai informasi yang tidak lengkap dan ajakan yang bersifat provokatif.
Oleh karena itu, Irfan meminta para pengemudi ojol tidak mudah mengikuti ajakan yang sumber dan tujuannya tidak jelas. Jika menemukan informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan, masyarakat disarankan melakukan verifikasi melalui sumber resmi.
Driver Ojol Diminta Tidak Reaktif