Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Petugas dan Warga Binaan Lapas Bandanaira Kompak Kenakan Ikat Kepala Merah Putih
Banda Naira, INFO_PAS – Nuansa merah putih terasa semakin kental di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira. Menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, petugas dan Warga Binaan tampil kompak mengenakan ikat kepala berwarna merah putih sebagai simbol semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Bukan sekadar aksesori, ikat kepala merah putih tersebut menjadi simbol kebersamaan yang menyatukan seluruh insan Pemasyarakatan di balik tembok Lapas. Petugas dan Warga Binaan terlihat antusias mengikuti berbagai rangkaian kegiatan semarak kemerdekaan dengan penuh semangat dan kekeluargaan.
Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, mengatakan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI merupakan momentum penting untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus mempererat kebersamaan antara petugas dan Warga Binaan.
"Semangat kemerdekaan harus dirasakan oleh seluruh elemen, termasuk Warga Binaan. Ikat kepala merah putih ini menjadi simbol bahwa kita semua memiliki semangat yang sama untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif," ujar Samad.
Menurutnya, kegiatan semarak kemerdekaan juga menjadi bagian dari pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan. Melalui berbagai kegiatan yang positif, Warga Binaan diharapkan dapat membangun rasa percaya diri, kebersamaan, disiplin, serta menumbuhkan jiwa nasionalisme.
"Yang paling penting bukan hanya kemeriahannya, tetapi nilai yang kita tanamkan. Kita ingin Warga Binaan merasakan bahwa mereka tetap menjadi bagian dari bangsa Indonesia dan memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Lapas Bandanaira, Risal Hasan, mengungkapkan bahwa penggunaan ikat kepala merah putih sengaja dipilih untuk menghadirkan suasana yang berbeda dan unik dalam rangkaian perayaan kemerdekaan tahun ini.
"Kami ingin menciptakan suasana kemerdekaan yang sederhana, tetapi memiliki makna. Ketika petugas dan Warga Binaan mengenakan ikat kepala merah putih secara bersama-sama, terlihat jelas bahwa semangat kemerdekaan mampu menyatukan kita tanpa melihat perbedaan," kata Risal.
Ia menambahkan, kekompakan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa kegiatan peringatan HUT RI di Lapas Bandanaira tidak hanya berorientasi pada kemeriahan, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan dan memperkuat hubungan positif antara petugas dengan Warga Binaan.
“Merah putih yang kita kenakan hari ini bukan hanya warna, tetapi simbol semangat, persatuan, dan harapan. Kami berharap semangat ini terus terbawa dalam setiap kegiatan pembinaan di Lapas Bandanaira," pungkasnya.
Dengan balutan ikat kepala merah putih dan semangat yang sama, petugas serta Warga Binaan Lapas Bandanaira menunjukkan bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan di luar tembok Pemasyarakatan. Di balik tembok Lapas pun, merah putih tetap berkibar di hati, menjadi pengingat bahwa setiap insan memiliki kesempatan untuk berubah, berkarya, dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia. (Humas/LT)