Bak Legenda Sangkuriang, 42 Jembatan Gantung di Lebak Rampung Hanya dalam 3 Bulan
Ia menjelaskan, pembangunan 42 jembatan gantung dengan panjang bervariasi, mulai dari sekitar 40 meter hingga 81 meter, dapat diselesaikan hanya dalam waktu kurang lebih tiga bulan. Kecepatan tersebut dinilai sebagai pencapaian luar biasa mengingat proses yang dilakukan tidak hanya mencakup pekerjaan konstruksi, tetapi juga tahapan perencanaan dan pembuatan material.
Menurut Rafik, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama yang solid dari seluruh pihak yang terlibat. Mulai dari APDESI Merah Putih Provinsi Banten, jajaran Polda Banten, Sat Brimob Polda Banten, Polres dan Polsek se-Kabupaten Lebak, para kepala desa, hingga masyarakat yang turut bergotong royong selama proses pembangunan berlangsung.
"Berkat kerja sama yang solid antara APDESI Merah Putih Banten, jajaran Polda Banten, Sat Brimob Polda Banten, Polres dan Polsek se-Kabupaten Lebak, serta para kepala desa dan masyarakat penerima manfaat, pembangunan 42 jembatan gantung ini dapat diselesaikan hanya dalam waktu tiga bulan. Waktu tersebut mencakup proses perencanaan, pabrikasi hingga konstruksi," jelasnya.
Keberadaan jembatan-jembatan tersebut kini menjadi urat nadi baru bagi masyarakat desa. Akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pusat perdagangan hingga lahan pertanian menjadi lebih mudah, aman, dan efisien. Infrastruktur yang sebelumnya menjadi kendala kini berubah menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Selain mempercepat mobilitas warga, pembangunan jembatan juga diharapkan mampu menekan biaya distribusi hasil pertanian dan perkebunan, memperlancar aktivitas pendidikan anak-anak, serta meningkatkan pelayanan publik di daerah terpencil yang sebelumnya sulit dijangkau.
Rafik berharap Program Jembatan Merah Putih Presisi tidak berhenti di Kabupaten Lebak, tetapi terus diperluas ke berbagai daerah lain di Provinsi Banten yang masih membutuhkan pembangunan maupun rehabilitasi jembatan.
Menurutnya, masih banyak wilayah di Kabupaten Lebak, Pandeglang, Serang, hingga Tangerang yang memerlukan perhatian pemerintah dalam penyediaan infrastruktur penghubung antardesa maupun antarwilayah.
"Di Banten, khususnya di Kabupaten Lebak, Pandeglang, Serang, dan Tangerang, masih terdapat banyak titik jembatan yang memerlukan penanganan. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya," pungkas Rafik.