Ikuti Kami
Selasa, 14 Juli 2026 Versi Web

Semarak MATAMUDA Hari Ke-2 MTs. Plus Ar-Raudhotun Nur Bangun Kecerdasan Emosional Melalui Nonton Bareng Film Es Krim Terakhir dari Ayah

Kontributor: KABAR AR-RAUDHOTUN NUR
Selasa, 14 Juli 2026 | 16:01 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

 

Garut, 14 Juli 2026 – Memasuki hari kedua pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027, MTs. Plus Ar-Raudhotun Nur menghadirkan kegiatan yang berbeda dari biasanya. Jika orientasi murid baru identik dengan pengenalan lingkungan sekolah dan tata tertib, kali ini madrasah memilih pendekatan yang lebih menyentuh aspek psikologis dan karakter murid melalui kegiatan nonton bareng film inspiratif berjudul Es Krim Terakhir dari Ayah. Kegiatan tersebut dirancang sebagai media pembelajaran yang mampu menggugah sisi emosional murid yang sedang memasuki fase remaja. Melalui alur cerita yang sarat makna tentang kasih sayang, pengorbanan, dan hubungan antara anak dengan orang tua, para peserta diajak untuk merenungkan kembali arti keluarga, pentingnya rasa syukur, serta bagaimana menghargai setiap perjuangan orang tua yang selama ini sering kali luput dari perhatian anak-anak seusia mereka.

Pemilihan film tersebut bukan tanpa alasan. Masa remaja merupakan fase transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, sosial, maupun emosional yang cukup signifikan. Pada usia ini, murid mulai belajar mengenali jati diri, membangun pergaulan yang lebih luas, dan menghadapi berbagai perubahan perasaan yang sering kali belum mampu mereka kendalikan secara optimal. Kondisi tersebut membuat pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi juga membutuhkan pendekatan yang menyentuh hati dan mampu membangkitkan empati. Selama pemutaran film berlangsung, suasana ruangan dipenuhi keheningan. Beberapa peserta tampak larut dalam alur cerita, bahkan tidak sedikit yang terlihat meneteskan air mata ketika menyaksikan adegan-adegan yang menggambarkan besarnya pengorbanan seorang ayah demi kebahagiaan anaknya. Momen tersebut menjadi bukti bahwa media audiovisual mampu menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan memperkuat kecerdasan emosional murid.

Guru Ilmu Pengetahuan Sosial, Tri Sinta Aprilia, S.S, menjelaskan bahwa menjaga kesehatan emosional murid merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif. Menurutnya, kemampuan akademik tidak akan berkembang secara optimal apabila kondisi psikologis dan emosional anak tidak berada dalam keadaan yang baik. "Kami ingin murid memahami bahwa mengenali dan mengelola emosi adalah bagian dari proses belajar. Ketika seorang anak mampu mengendalikan emosinya, menghargai perasaan orang lain, dan memiliki empati terhadap lingkungan sekitarnya, maka proses belajar di kelas akan berlangsung lebih nyaman, lebih kondusif, dan hubungan antarteman pun akan terjalin dengan lebih baik. Film ini menjadi media yang sangat tepat untuk menyampaikan pesan-pesan tersebut tanpa harus menggurui," ungkap Tri Sinta Aprilia. 

Senada dengan hal tersebut, Aris Riswandi, S.Ag, menegaskan bahwa murid jenjang MTs berada pada masa yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter. Menurutnya, usia remaja merupakan periode yang penuh dinamika sehingga membutuhkan pendampingan yang tepat dari keluarga maupun sekolah. "Murid MTs sudah memasuki masa remaja. Pada fase ini emosi mereka berkembang sangat cepat, tetapi kemampuan mengelolanya belum tentu berkembang dengan kecepatan yang sama. Karena itu, madrasah memiliki tanggung jawab untuk memberikan ruang pembelajaran yang tidak hanya mengasah kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk kecerdasan emosional dan spiritual. Kami ingin mereka belajar bahwa menghormati orang tua, bersyukur atas kasih sayang keluarga, serta mampu mengendalikan emosi merupakan bekal penting dalam menjalani kehidupan," jelasnya. 

Melalui kegiatan nonton bareng film Es Krim Terakhir dari Ayah, MTs. Plus Ar-Raudhotun Nur menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan kesehatan emosional murid. Madrasah meyakini bahwa generasi yang cerdas adalah generasi yang mampu menyeimbangkan kemampuan berpikir dengan kepekaan hati, memiliki rasa hormat kepada orang tua, mampu berempati terhadap sesama, serta sanggup mengelola emosinya dengan bijaksana. Semangat MATAMUDA Hari Ke-2 menjadi bukti bahwa setiap kegiatan di lingkungan madrasah dapat menjadi ruang belajar yang bermakna, menyenangkan, dan penuh nilai kehidupan. Diharapkan pengalaman yang diperoleh murid dari tayangan tersebut tidak berhenti sebagai tontonan semata, tetapi menjadi renungan yang terus mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang matang secara emosional, berakhlak mulia, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

 

Kontributor      : Insan Faisal Ibrahim, S.Pd

Satuan Kerja   : MIS AR-RAUDHOTUN NUR

Kontributor: KABAR AR-RAUDHOTUN NUR
Selasa, 14 Juli 2026 | 16:01 WIB
Artikel ini merupakan tanggung jawab kontributor dan tidak mencerminkan pandangan redaksi Distrik Banten News - Berita Banten Terkini, Terlengkap dan Terbaru Hari Ini.
Artikel Selanjutnya

Mendorong Kepercayaan Diri Murid Baru, MIS AR-RAUDHOTUN NUR Perkuat Adaptasi Melalui Perkenalan di Hadapan Kakak Kelas

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

↑ Kembali ke atas
Semarak MATAMUDA Hari Ke-2 MTs. Plus Ar-Raudhotun Nur Bangun Kecerdasan Emosional Melalui Nonton Bareng Film Es Krim Terakhir dari Ayah

Bagikan artikel ini melalui