Pengaruh buku diperluas ke kawasan Timur Tengah melalui Jeddah. Kemitraan strategis Indonesia–Jepang juga diperkuat di Kedutaan Besar Jepang.
Terakhir, Korea Selatan menjadi ruang kolaborasi dan pembelajaran implementasi MBG secara global. Setiap titik perjalanan ini mempertegas bahwa buku ini bukan sekadar karya kuliner.
Buku ini merupakan instrumen komunikasi kebijakan Indonesia kepada masyarakat dunia. Buku Rasa Bhayangkara Nusantara ditulis bersama oleh Wakapolri Komjen Pol.
Prof. Dr. Dedi Prasetyo dan Dirgayuza Setiawan.
“Buku Rasa Bhayangkara Nusantara kami hadirkan sebagai jembatan komunikasi kebijakan Indonesia kepada dunia, agar dapat dipahami melalui bahasa budaya yang universal,” ujar Dirgayuza.
“Rasa Bhayangkara Nusantara memuat 80 menu bergizi dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus merepresentasikan implementasi Program Makan Bergizi Gratis sebagai kebijakan prioritas nasional. Kini, dari London hingga Seoul, buku ini terus bergerak melintasi batas geografis dan diplomatik, membawa pesan Indonesia kepada dunia: bahwa kebijakan strategis dapat dikomunikasikan melalui budaya, bahwa keamanan dan kemanusiaan berjalan beriringan, serta bahwa gastrodiplomasi menjadi bagian integral dan selaras dengan diplomasi bangsa,” tutup Dirgayuza Setiawan.
“Hal ini sebagai wujud nyata bahwa Polri, bersama pemerintah, tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam membawa inovasi, kebijakan, dan identitas bangsa Indonesia ke panggung global.”
***