“Bapak Cecep merupakan duta besar yang sangat menaruh perhatian terhadap pelaksanaan program MBG, terutama dalam hal apa saja yang dapat kita pelajari dari implementasi MBG di Korea Selatan.”
Buku tersebut diserahkan kepada Cecep Herawan, S.H., M.H., diplomat senior Indonesia yang menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Korea Selatan di Seoul. Cecep Herawan dikenal aktif mendorong penguatan kerja sama Indonesia–Korea Selatan, termasuk dalam bidang pengembangan sumber daya manusia dan kebijakan publik.
Dirgayuza menjelaskan bahwa Korea Selatan telah lebih dahulu menjalankan program serupa dengan skala nasional. Negara tersebut mengalokasikan anggaran sekitar 80 triliun rupiah setiap tahunnya.
Proses implementasi MBG secara nasional di Korea Selatan membutuhkan waktu kurang lebih 20 tahun. Program ini menggunakan sistem dapur langsung di sekolah, yang pengembangannya dilakukan secara bertahap dan terstruktur.
“Dengan adanya buku ini, kami berharap dapat meningkatkan diplomasi kuliner antara Indonesia dan Korea Selatan,” tambah Dirgayuza.
“Kedua negara sama-sama menjalankan kebijakan MBG nasional bagi seluruh anak sekolah.”
Perjalanan buku Rasa Bhayangkara Nusantara kini membentuk lintasan diplomasi global yang kuat. Buku ini hadir di London untuk penguatan diplomasi kultural Indonesia di Eropa.
Buku tersebut juga hadir dalam forum World Economic Forum di Davos sebagai showcase kebijakan berbasis budaya. Di Washington D.C., buku ini mendukung diplomasi kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.