Warga Binaan Lapas Wahai Sulap Limbah Kayu Jadi Miniatur Kapal Pinisi Bernilai Jual
DISTRIKBANTENNEWS.COM, Wahai - Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Wahai, Maluku, menunjukkan kreativitas mereka dengan menyulap limbah kayu menjadi miniatur kapal pinisi. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menyambut Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 tahun 2026.
Produk kerajinan tangan ini menjadi unggulan Lapas Wahai dalam momen peringatan HBP yang mengusung tema 'Pemasyarakatan Kerja Nyata Pelayanan Prima'. Miniatur kapal pinisi tersebut dibuat dengan tingkat ketelitian tinggi, memanfaatkan bahan-bahan sisa limbah kayu.
Kepala Lapas Wahai, Tersih, menyatakan bahwa kegiatan ini membuktikan jeruji besi bukan penghalang untuk berkarya. Ia menekankan semangat HBP 2026 adalah produktivitas untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan nyata.
"Miniatur kapal ini adalah salah satu karya unggulan yang proses pembuatannya menuntut kesabaran dan keahlian, yang sekaligus menjadi media terapi mental bagi mereka," ujar Tersih.
Kepala Subseksi Pembinaan, Merpati S. Mouw, menambahkan bahwa karya Warga Binaan Lapas Wahai telah mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat luas.
Kerajinan ini kerap dipamerkan dalam ajang tingkat wilayah dan nasional.
"Tidak sedikit pesanan yang datang, bahkan karya mereka telah menjadi pajangan eksklusif di beberapa ruang para pejabat daerah dan penginapan setempat, bahkan diluar Maluku," tambah Merpati. Salah satu Warga Binaan pembuat miniatur kapal, RP, berharap karya mereka dapat diterima masyarakat.
Ia ingin menunjukkan bukti perbaikan diri dan kesiapan untuk kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif.