Dalam tiga pertemuan terakhir kedua tim di Florence, pertandingan selalu berakhir imbang. La Viola harus berusaha keras untuk memutus tren tersebut sekaligus meraih kemenangan penting demi menjauh dari ancaman degradasi.
Di sisi lain, Parma justru datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah bermain imbang 1-1 melawan Cagliari pada pertandingan pekan lalu. Hasil tersebut memperpanjang catatan tak terkalahkan Parma menjadi empat pertandingan beruntun.
Berkat performa stabil tersebut, Parma kini menempati posisi ke-12 klasemen Serie A. Mereka unggul sembilan poin dari zona degradasi, memberikan peluang besar untuk bertahan di liga musim ini.
Menariknya, Parma menunjukkan mentalitas kuat terutama pada menit-menit akhir pertandingan. Gol penyeimbang yang dicetak Gaetano Oristanio pada laga melawan Cagliari menjadi bukti ketangguhan mereka.
Bahkan, empat dari lima gol terakhir Parma tercipta dalam 15 menit terakhir pertandingan. Statistik juga menunjukkan bahwa Parma mencetak sekitar 35 persen gol mereka setelah menit ke-76 musim ini.
Sebaliknya, Fiorentina justru sering kehilangan poin karena kebobolan pada periode waktu yang sama. Total sembilan poin terbuang akibat gol di menit-menit akhir bagi La Viola.
Rekor pertemuan juga sedikit menguntungkan Parma. Dalam sembilan duel terakhir kedua tim di Serie A, Parma hanya sekali menelan kekalahan.
Salah satu hasil positif tersebut termasuk kemenangan 1-0 saat menjamu Fiorentina pada pertemuan bulan Desember lalu. Tim yang ditangani Carlos Cuesta juga menunjukkan performa tandang yang cukup impresif.