DISTRIKBANTENNEWS.COM, Lampung - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mencatat peningkatan signifikan peserta program Mudik Gratis 2026. Sebanyak 340 mahasiswa mengikuti program ini, naik hampir tiga kali lipat dari pelaksanaan sebelumnya.
Pada tahun sebelumnya, program serupa hanya diikuti 116 mahasiswa. Jumlah peserta tahun ini bahkan melampaui target awal kampus yang ditetapkan sekitar 300 mahasiswa.
Ketua Pelaksana Mudik Gratis UMY 2026, Ratih Herningtyas, mengatakan peningkatan minat mahasiswa dipengaruhi penambahan rute perjalanan. Ratih yang juga Direktur Direktorat Komunikasi Publik UMY menjelaskan, tahun ini UMY memperluas layanan hingga ke luar Pulau Jawa.
“Kalau tahun kemarin masih di Pulau Jawa saja, tahun ini kami mencoba menjangkau wilayah yang lebih jauh. Kami memahami bahwa semakin jauh jarak tujuan, biaya perjalanan tentu semakin besar bagi mahasiswa. Karena itu, UMY menghadirkan pilihan mudik gratis hingga Lampung dan Palembang,” ujar Ratih di Yogyakarta, pada Jumat (6/3/2026).
Pada tahap awal, panitia sempat memanggil sekitar 370 mahasiswa untuk technical meeting dan mengisi surat pernyataan. Namun, sejumlah peserta akhirnya mengundurkan diri karena berbagai kendala.
Kendala tersebut meliputi jadwal ujian hingga kewajiban menyelesaikan tugas Kuliah Kerja Nyata . Setelah penyesuaian, jumlah peserta yang berangkat ditetapkan sebanyak 340 mahasiswa.
“Jumlah yang kami panggil awalnya sekitar 370 mahasiswa. Namun ada yang batal karena jadwal keberangkatan tidak sesuai, ada yang masih ujian, dan ada pula yang harus menyelesaikan tugas KKN. Setelah penyesuaian, jumlah peserta yang berangkat ditetapkan sebanyak 340 mahasiswa,” kata Ratih.
Dari sejumlah rute yang tersedia, destinasi Lampung dan Palembang menjadi tujuan paling diminati mahasiswa. Untuk melayani rute tersebut, panitia menyiapkan empat unit bus besar.
Setiap armada telah ditetapkan memiliki sejumlah titik pemberhentian yang direncanakan sebelumnya. Pengaturan ini dilakukan untuk memastikan perjalanan berlangsung tertib dan aman.
“Setiap rute memiliki beberapa titik pemberhentian yang sudah ditentukan. Armada tidak bisa berhenti secara mendadak di luar titik tersebut, sehingga perjalanan lebih terencana dan keselamatan peserta tetap terjaga,” pungkas Ratih.
***