Andhi Seto Prasetyo pemenang Juara 1 kategori umum menjelaskan, bahwa desainnya mengusung konsep akulturasi yang menyatukan unsur budaya Sunda, Betawi, dan Tionghoa ke dalam wujud arsitektur modern.
"Desain yang kami hadirkan lahir dari sosial budaya yang melekat di Tangerang. Kami mewujudkan akulturasi tiga suku tersebut sebagai representasi identitas kota," sambungnya.
"Harapannya, desain ini bisa diimplementasikan sebagai pionir bangunan yang merespons akar budaya lokal," ungkap Andhi.
Acara yang berlangsung hangat ini, diakhiri dengan pesan kolaborasi kuat antara pemerintah, masyarakat, dan nilai-nilai budaya demi mewujudkan Kota Tangerang yang berkelanjutan. ***