Bupati Maesyal Rasyid turut menyampaikan bahwa Gubernur Banten telah melakukan kunjungan dan koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) serta para kepala daerah di wilayah Tangerang Raya guna meminimalisir dampak banjir dan merumuskan solusi jangka panjang.
“Menurut informasi, banjir kali ini merupakan siklus seratus tahunan dengan volume hujan yang sangat tinggi dan merata. Mudah-mudahan dengan kesiapsiagaan dan gotong royong, dampaknya bisa kita minimalisir,” ujarnya.
Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah daerah, tercatat sebanyak 102 desa di 27 kecamatan terdampak banjir. Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Sosial dan perangkat daerah terkait telah turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Usai melaksanakan Salat Jumat berjamaah di Kecamatan Gunung Kaler, Bupati Tangerang melanjutkan agenda dengan meninjau langsung lokasi banjir di Kecamatan Kresek, khususnya di wilayah Pondok Pesantren Subulussalam.
“Kami ingin memastikan pemerintah hadir di kecamatan dan desa, hadir bersama masyarakat dalam menghadapi persoalan banjir. Mari kita berdoa kepada Allah SWT, hujan adalah rahmat, semoga air segera surut dan Kabupaten Tangerang terhindar dari banjir ke depan,” pungkasnya.***