Kamis, 1 Oktober 2026

Gunung Es Keadilan: Membedah Kriminalisasi Hogi di Sleman dan Rapuhnya Akar Penegakan Hukum

BAGIKAN:
Gunung Es Keadilan: Membedah Kriminalisasi Hogi di Sleman da...
0
Gunung Es Keadilan: Membedah Kriminalisasi Hogi di Sleman dan Rapuhnya Akar Penegakan Hukum

Di Indonesia, aparat teramat sering melupakan kewajiban moral mereka untuk bertindak benar demi kebenaran itu sendiri. Mereka justru terjebak dalam pragmatisme sempit yang menghalalkan segala cara.

Hukum yang seharusnya menjadi ‘nurani masyarakat’ telah berubah menjadi instrumen birokrasi yang dingin dan membunuh kemanusiaan.

Kasus Hogi adalah bukti nyata betapa logika nurani telah mati. Seorang pria yang menjalankan tugas moral untuk melindungi keluarganya justru dianggap sebagai kriminal oleh mereka yang digaji dari pajak hasil keringat rakyat seperti Hogi.

Desakan untuk DPR RI

Wilson Lalengke mendorong agar DPR RI tidak hanya fokus pada hal-hal ‘receh" dan pasal-pasal kaku dalam kasus Hogi, yang menurutnya, anak SD saja bisa menganalisis ketidakadilannya. DPR RI harus berani fokus membenahi mentalitas institusi Polri, Kejaksaan, dan Kehakiman secara menyeluruh.

“Jangan hanya melihat puncak gunung es di Sleman. Masalah utamanya adalah penyakit mentalitas aparat yang sudah kronis,” tegas tokoh HAM internasional itu.

Jika institusi penegak hukum tidak dibersihkan dari motif cuan, jabatan, dendam, dan politik, maka kasus ‘Hogi-Hogi’ berikutnya akan terus bermunculan, dan penjara akan tetap penuh dengan orang-orang yang tidak bersalah namun ‘dikunci’ oleh pasal-pasal pesanan. Negara harus hadir untuk memastikan bahwa hukum adalah pelayan keadilan, bukan pelayan kepentingan pribadi atau golongan.

“Tanpa perbaikan mentalitas, maka keadilan di Indonesia hanyalah sebuah fatamorgana di tengah padang pasir arogansi dan kepongahan aparat hukum!” ujar Wilson Lalengke tegas. (Reporter: Fiyan)

Kecamatan Pagedangan Fokus Optimalkan Sektor Industri dan Ketahanan Pangan
Artikel Selanjutnya

Kecamatan Pagedangan Fokus Optimalkan Sektor Industri dan Ketahanan Pangan

Penulis: Agus Fiyantino
Diterbitkan: 30 Januari 2026, 15:28 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Warga Binaan Lapas Bandanaira Raih Juara III Lomba Antar Khatib

Konten dari Pengguna Siaran Pers Senin, 31 Agustus 2026 | 09:36 WIB

Kalapas Bandanaira Hadiri Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Santriawan dan Santriwati MAN 4 Maluku Tengah ‎

Konten dari Pengguna Siaran Pers Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:07 WIB

Kalapas Bandanaira Pukul Rebana Iringi Semarak Pawai Ta’aruf ‎

Konten dari Pengguna Siaran Pers Jumat, 28 Agustus 2026 | 20:40 WIB

Lapas Bandanaira Turut Semarakkan Pawai Ta'aruf Peringati Maulid Nabi

Konten dari Pengguna Siaran Pers Jumat, 28 Agustus 2026 | 20:37 WIB

Perkuat Sinergi Pengamanan, Lapas Bandanaira Patroli Sambang Bersama Polsek dan Posal Banda

Konten dari Pengguna Siaran Pers Jumat, 28 Agustus 2026 | 08:56 WIB

Antisipasi Gempa, Lapas Bandanaira Perkuat Koordinasi dengan BMKG Bandanaira

Konten dari Pengguna Siaran Pers Jumat, 28 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Semarak Maulid Nabi, Warga Binaan Lapas Bandanaira Unjuk Kemampuan dalam Lomba Antar Khatib

Konten dari Pengguna Siaran Pers Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Usulan Koruptor Dihukum Mati, Efek Jera atau Uang Negara Harus Kembali?

Konten Redaksi Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:04 WIB

Lapas Bandanaira Kenalkan Hidroponik kepada Peserta Magang

Konten dari Pengguna Siaran Pers Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55 WIB