Menurutnya, infrastruktur yang memadai akan menjadi penggerak utama roda perekonomian masyarakat. Akses jalan yang terbuka diyakini mampu menghadirkan peluang dan kehidupan baru bagi warga.
Tak hanya pembangunan fisik, Gubernur juga menyoroti peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Program Sekolah Gratis yang menggandeng 801 sekolah swasta. Program ini bertujuan meringankan beban biaya pendidikan keluarga penerima manfaat sekaligus mendorong kebangkitan sekolah swasta dan menciptakan komposisi murid yang ideal.
Selain itu, dukungan terhadap program nasional juga terus diperkuat melalui implementasi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar 3,5 juta penerima manfaat melalui 1.172 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Program ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan dengan melibatkan Koperasi Merah Putih sebagai penghubung pengusaha kecil dan penyedia bahan baku.
Merespons paparan tersebut, Anggota Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Banten dan menilai pertemuan tersebut sangat produktif. Kedua pihak sepakat memperkuat kolaborasi literasi keuangan hingga ke desa-desa dan pondok pesantren guna mendukung percepatan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Kami berdiskusi bagaimana bersama-sama memajukan kesejahteraan masyarakat. OJK sangat bersemangat berkolaborasi untuk memberantas pinjaman ilegal melalui pemanfaatan kredit pembiayaan pemerintah serta pengembangan sistem keuangan desa,” pungkas Friderica.***