Greenland Pulau Strategis Global Pertahanan UNI Eropa
Jakarta - Pulau Greenland bukan hanya pulau terbesar di dunia, namun juga memiliki sumber daya alam yang bernilai tinggi. Olehnya tidak heran jika Uni Eropa, khususnya Denmark akan mempertahankan mati-matian pulau ini.
Greenland memiliki luas 2,16 juta Km2 dan dikelilingi oleh air. Oleh sebab itu Greenland secara definisi geografi adalah pulau dan bukan benua. Greenland merupakan kombinasi faktor strategis, di antaranya ekonomi, politik, dan keamanan global.
Posisi geopolitik Greenland yang sangat strategis dan terletak di antara Eropa, Amerika Utara dan Samudera Arktik, menjadikannya sebagai titik kunci jalur militer dan pertahanan (terutama pada era Perang Dingin hingga sekarang).
Greenland juga memiliki peranan penting sebagai pengawasan radar dan satelit, serta penyangga keamanan kawasan Atlantik Utara. Oleh sebab itu, kehilangan Greenland berarti kehilangan pengaruh strategis besar di Arktik.
Kekayaan sumber daya alam yang terdapat di Pulau Greenland, juga tidak main-main, di antaranya adalah mineral langka (rare earth elements), yang sangat penting untuk teknologi modern (EV, chip, senjata dll.). Selain itu di Greenland juga terdapat uranium, minyak dan gas serta perikanan.
Bagi Eropa, hal tersebut menjadi sangat penting untuk mengurangi ketergantungannya pada China dan Rusia, serta berguna untuk menjaga ketahanan ekonomi jangka panjangnya.
Negara-negara besar seperti Amerika Serikat (AS), Rusia dan China berlomba-lomba meningkatkan pengaruh di Arktik, karenanya Eropa tidak ingin kehilangan pijakan strategis di kawasan ini.
Pulau Greenland berada pada wilayah otonom Kerajaan Denmark, ia bukan bagian dari anggota Uni Eropa, meskipun memiliki hubungan yang sangat erat dengannya.