Kemacetan dan Kerusakan Jalan Serang–Pandeglang: Masalah Nyata yang Mendesak Ditangani
Jalan Raya Serang–Pandeglang merupakan salah satu jalur vital yang menghubungkan pusat pemerintahan, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi di Provinsi Banten. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kondisi jalur ini menjadi sorotan publik akibat kerusakan jalan, kemacetan yang kerap terjadi, serta meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas. Berbagai laporan media nasional menunjukkan bahwa persoalan ini bukan sekadar keluhan warga, tetapi fakta lapangan yang berdampak langsung pada keselamatan dan mobilitas masyarakat.
Fakta Kerusakan Jalan di Jalur Serang–Pandeglang
Data dan laporan lapangan menunjukkan bahwa kondisi jalan di jalur Serang–Pandeglang memang memprihatinkan. Banyak ruas jalan bergelombang dan berlubang dengan kedalaman bervariasi antara 1 cm hingga 7 cm, terutama di daerah Palima, Kota Serang, hingga Cadasari, Pandeglang (Sumber: DetikNews, 2025).
Kerusakan ini telah lama dikeluhkan para pengendara karena membahayakan keselamatan dan merusak kendaraan. Warga berharap perbaikan dapat dilakukan secepatnya karena kondisi jalan dianggap sudah “rusak parah”. Perbaikan pada sebagian ruas jalan memang sudah mulai dilakukan, namun proses tersebut menimbulkan dampak lain, yaitu kemacetan panjang, terutama pada jam sibuk (Sumber: DetikNews, 2025).
Kemacetan Panjang Akibat Perbaikan Jalan
Beberapa kasus kemacetan yang diberitakan media terjadi di jalur Cigadung–Baros, di mana kemacetan pernah mencapai lebih dari 8 kilometer akibat pengerjaan jalan (Sumber: Satelit News). Banyak kendaraan harus mengantre panjang selama berjam-jam, sehingga mengganggu aktivitas harian warga, seperti perjalanan ke sekolah, tempat kerja, hingga distribusi barang.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perbaikan infrastruktur memang penting, tetapi manajemen lalu lintas selama proses perbaikan belum optimal. Akibatnya, dampak yang dirasakan masyarakat justru semakin besar.
Risiko Keselamatan: Angka Kecelakaan Meningkat
Data kecelakaan lalu lintas memperkuat urgensi perbaikan jalan dan peningkatan keselamatan pengguna jalan. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 1.936 kecelakaan lalu lintas di Provinsi Banten dengan 650 korban meninggal dunia (Sumber: Polda Banten / DetikNews, 2024). Korban terbanyak berasal dari kelompok usia 15–19 tahun, yaitu pelajar dan mahasiswa (Sumber: Ditlantas Polda Banten / Antara, 2024).
Di jalur Serang–Pandeglang sendiri, tercatat beberapa kecelakaan serius. Salah satunya adalah peristiwa seorang anak berusia 6 tahun yang meninggal dunia setelah tertabrak bus di kawasan Baros saat melintas bersama keluarganya (Sumber: Kompas.com, 2025). Kerusakan jalan seperti lubang, permukaan bergelombang, serta genangan air saat hujan sangat berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.
Mengapa Hal Ini Terjadi? (Analisis Masalah)