Panen Raya Jadi Sinyal Kuat, Kota Tangerang Siap Perkuat Swasembada Beras Nasional
KOTA TANGERANG — Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam mendukung program swasembada beras nasional kembali ditegaskan. Dukungan tersebut mengemuka dalam momentum Panen Raya dan Peresmian Swasembada Pangan Nasional bersama Presiden Republik Indonesia yang digelar secara daring, Rabu (7/1/26).
Di balik keterbatasan lahan perkotaan, Pemkot Tangerang justru menyiapkan strategi optimalisasi sawah yang masih tersisa. Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, Muhdorun, menyampaikan bahwa lahan-lahan produktif seperti Blok Tani Rawa Depan, Benda, serta beberapa titik lainnya akan terus dimaksimalkan untuk menjaga produktivitas beras.
“Kami akan terus mendukung kelompok-kelompok tani bisa mengupayakan lahan sawah yang ada bisa dipanen tiga kali dalam setahun karena dapat menambah intensifikasi produktivitas beras di Kota Tangerang,” ujar Muhdorun setelah menghadiri Panen Raya dan Peresmian Swasembada Beras Nasional, Rabu (7/1/26).
Tak hanya sebatas rencana, konsistensi produksi pangan Kota Tangerang juga tercermin dari capaian Gabah Kering Panen (GKP) tahunan. Data mencatat, produksi GKP mencapai 1.858 ton pada 2023, 1.542 ton pada 2024, dan kembali meningkat menjadi 1.692 ton pada 2025.
Capaian tersebut dinilai selaras dengan program swasembada pangan nasional yang tengah digencarkan pemerintah pusat.
“Meskipun lahan sawah di sini sudah tidak banyak lagi, namun yang ada tetap bisa dioptimalkan untuk bisa menghasilkan produksi pangan secara maksimal. Apalagi total panen GKP di akhir tahun 2025 kemarin bisa mencapai hampir 1.692 ton yang dikonversi menjadi beras sekitar 846 ton dari 98 hektare sawah yang ada di Kota Tangerang,” tambahnya.
Melalui upaya berkelanjutan ini, Pemkot Tangerang berharap program swasembada beras tidak hanya menjadi target nasional semata, tetapi juga mampu menciptakan stabilitas komoditas beras di Kota Tangerang secara jangka panjang. Optimisme ini pun menjadi sinyal bahwa di tengah keterbatasan lahan, ketahanan pangan tetap bisa tumbuh dengan strategi yang tepat.***