“Masalah kebersihan berdampak langsung pada kesehatan kita semua. Karena itu, sambil menunggu fasilitas TPST selesai Mari budayakan PHBS, mulai memilah sampah dari rumah, membuang sampah pada tempatnya, serta bergotong royong membersihkan lingkungan,” ungkapnya.
Sebagai informasi, berbeda dengan Tempat Penampungan Sementara (TPS), TPST tidak hanya berfungsi menampung dan memilah sampah, tetapi juga dilengkapi fasilitas pengolahan yang memungkinkan sampah diubah menjadi produk bernilai ekonomi maupun energi dengan dukungan teknologi modern.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana CFD, Iskandar Idris, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemkot Tangerang terhadap persoalan kebersihan di wilayahnya. Ia menilai peremajaan armada pengangkut sampah sangat membantu warga dalam mengatasi persoalan sampah sehari-hari.
“Kami sangat bersyukur TPS Pasar Rubuh sudah ditutup sehingga mengurangi buangan sampah dari wilayah lain. Kami juga berterima kasih atas armada pengangkut sampah yang baru. Meski belum sepenuhnya mencukupi, ini menjadi langkah awal yang sangat berarti. Harapan kami, fasilitas TPST bisa segera direalisasikan,” ujar Iskandar, yang juga Ketua RW 01 Kelurahan Petir.
Usai rangkaian acara, Wali Kota Tangerang melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi sejumlah gerai UMKM yang berjualan di sepanjang area CFD, sekaligus meninjau kondisi kebersihan di sekitar lokasi eks TPS Pasar Rubuh.***