Tangerang – Kabar menggembirakan datang bagi para pekerja di Kota Tangerang. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi mengumumkan Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2026 sebesar Rp5.399.405, atau naik 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini sekaligus menempatkan Kota Tangerang sebagai daerah dengan UMK tertinggi kedua di Provinsi Banten, setelah Kota Cilegon.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, menuturkan bahwa kenaikan UMK ini mencerminkan pertumbuhan industri dan perekonomian Kota Tangerang yang konsisten dalam lima tahun terakhir. Penetapan UMK 2026 tersebut telah disahkan melalui Keputusan Gubernur Banten Nomor 703 Tahun 2025 tentang Penerapan Upah Minimum Kabupaten/Kota di Provinsi Banten Tahun 2026.
Tak hanya UMK, kenaikan juga berlaku pada UMK sektoral di berbagai bidang industri. Rinciannya, sektor 1 naik menjadi Rp5,77 juta (7 persen), sektor 2 menjadi Rp5,56 juta (3 persen), sektor 3 menjadi Rp5,48 juta (1,5 persen), sektor 4 menjadi Rp5,45 juta (1 persen), sementara sektor 5 disesuaikan dengan kesepakatan Bipartit.
”Kami melihat peningkatan UMK yang baru dirilis beberapa hari kemarin menunjukkan tren pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. Peningkatan ini diharapkan dapat menunjang kesejahteraan pekerja dan keberlangsungan industri dan dunia usaha di Kota Tangerang,” ujar Ujang, Senin (29/12/25).
Lebih lanjut, Ujang memaparkan tren kenaikan UMK Kota Tangerang yang terus menanjak dalam lima tahun terakhir, mulai dari Rp4,26 juta (2021), Rp4,28 juta (2022), Rp4,58 juta (2023), Rp4,76 juta (2024), Rp5,06 juta (2025), hingga akhirnya menembus Rp5,39 juta pada 2026.
”Kami akan terus mengawal kebijakan upah yang baru ini bisa diterapkan di semua perusahaan mulai 1 Januari 2026 mendatang demi mewujudkan Kota Tangerang yang lebih berdaya saing,” tambahnya.
Pemkot Tangerang pun berharap, tren kenaikan UMK ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pekerja, tetapi juga mampu mendorong produktivitas industri serta memperkuat daya saing ekonomi daerah. Dengan UMK yang terus meningkat, Kota Tangerang optimistis melangkah menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.***










