Di sisi lain, upaya pemulihan sosial juga terus dilakukan. Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bersama BNPB dan TNI Angkatan Udara memfasilitasi pemulangan pengungsi asal Pulau Jawa yang terdampak bencana.
Total pengungsi yang dipulangkan berjumlah 157 jiwa, terdiri dari 118 orang asal Jawa Tengah, 23 orang asal Jawa Barat, satu orang asal Banten, 11 orang asal Sumatera Utara, dan empat orang asal Aceh.
Sebelumnya, sebanyak 57 orang telah lebih dahulu dipulangkan. Pada tahap terakhir, sebanyak 100 orang diberangkatkan dari Bandara Rembele menuju Jakarta melalui Lanud Soewondo.
Para pengungsi tersebut selanjutnya menuju daerah asal masing-masing, seperti Kabupaten Cilacap, Brebes, Grobogan, dan Kebumen. Dari jumlah tersebut, lima orang merupakan anak-anak, dan setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma akan dijemput oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Abdul Muhari menjelaskan, para pengungsi asal Jawa Tengah tersebut sebelumnya bekerja sebagai penderes getah pinus di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah.
“Pemulangan ini merupakan bagian dari upaya memastikan keselamatan dan pemulihan kondisi sosial masyarakat terdampak bencana,” jelasnya.
BNPB memastikan koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah, TNI, dan kementerian terkait akan terus diperkuat guna mempercepat pemulihan infrastruktur dan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak. ***