Selasa, 8 September 2026

Siaga Hingga 2026, Pemkot Tangerang Fokuskan Perhatian ke Wilayah Timur, Ini Alasannya

BAGIKAN:
Siaga Hingga 2026, Pemkot Tangerang Fokuskan Perhatian ke Wi...
0
Siaga Hingga 2026, Pemkot Tangerang Fokuskan Perhatian ke Wilayah Timur, Ini Alasannya

TANGERANG — Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi yang ditetapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang hingga Maret 2026 bukan sekadar penanda kewaspadaan. Di balik keputusan itu, tersimpan langkah-langkah strategis yang kini mulai diarahkan secara lebih serius ke wilayah timur Kota Tangerang.

Langkah antisipatif terus digeber untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem yang kian sulit diprediksi. Wilayah timur menjadi sorotan lantaran dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi dibanding kawasan lain.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar, mengungkapkan bahwa daerah seperti Ciledug, Larangan, dan Karang Tengah masuk dalam prioritas pengawasan intensif.

"Meski demikian, seluruh wilayah Kota Tangerang tetap menjadi fokus pemantauan terpadu,” tegas Mahdiar, saat ditemui di Plaza Puspem Kota Tangerang, Provinsi Banten, Senin (15/12/25).

Ia menjelaskan, upaya pencegahan di wilayah timur diperkuat melalui normalisasi saluran air dan sungai oleh DPUPR, dengan titik berat pada pembersihan sedimentasi di saluran-saluran besar. Di sisi lain, peran aktif masyarakat juga menjadi penentu keberhasilan mitigasi.

”Kunci utama penanganan bencana adalah kesiapan warga. Dalam hal ini, tak perlu panik, tetapi harus siap.

Siapkan tas siaga bencana, perkuat solidaritas lingkungan dan segera laporkan jika terjadi kondisi darurat,” pesannya.

Tak berhenti di situ, selama masa siaga Pemkot Tangerang juga mengintensifkan berbagai langkah strategis. Mulai dari pemutakhiran dan penyebaran informasi cuaca harian berbasis data BMKG, penguatan kesiapan personel kebencanaan, hingga pelatihan dan simulasi penanganan bencana lintas instansi.

”Seluruh sektor juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan 24 jam penuh, tujuh hari dalam sepekan, dengan pola koordinasi lintas sektor yang lebih intensif untuk menjamin respons cepat dan terukur terhadap setiap kejadian darurat di wilayah Kota Tangerang,” katanya.***

Pemkot Serang Gandeng BSI untuk Rebranding Pasar Tradisional dan Tingkatkan Layanan Publik
Artikel Selanjutnya

Pemkot Serang Gandeng BSI untuk Rebranding Pasar Tradisional dan Tingkatkan Layanan Publik

Penulis: Tiara Herawati
Diterbitkan: 15 Desember 2025, 14:05 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Lapas Bandanaira Perkuat Kesiapsiagaan Bencana bersama SAR dan PLN

Konten dari Pengguna Siaran Pers Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:38 WIB

Lapas Kelas IIA Serang Tutup Rangkaian Porsenap dengan Senam Bersama

Konten dari Pengguna Siaran Pers Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:12 WIB

Perbaikan Jalan di Kota Serang: Sudahkah Menyentuh Kebutuhan Masyarakat?

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 11 Mei 2026 | 15:09 WIB

Rutan Marabahan Perkuat Komitmen Bersih Halinar Melalui Ikrar Bersama dan Razia Gabungan Bersama APH

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Jumat, 8 Mei 2026 | 14:37 WIB

Tanggap Bencana: Bupati Arfak Langsung ke Lokasi Banjir-Longsor

Konten Redaksi Rabu, 6 Mei 2026 | 14:11 WIB

Kepala Rutan Manna Ikuti Assessment Kompetensi di Ditjenpas Jakarta

Konten Redaksi Sabtu, 2 Mei 2026 | 14:01 WIB