Setiap unit ambulans juga telah dibekali fasilitas kesehatan yang memadai, seperti tempat tidur pasien, tabung oksigen, oksigen cadangan, serta perlengkapan P3K, guna mendukung penanganan awal sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan.
"Untuk tenaga kesehatan, pada kondisi kegawatdaruratan, 1-2 tenaga medis dapat mendampingi sopir ambulan untuk memberikan penanganan awal kepada pasien," imbuhnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan program ini tidak berhenti sampai di sini. Penambahan armada ambulans Puskesmas keliling akan terus dilakukan, tidak hanya di kelurahan tetapi juga di desa-desa, berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
Langkah ini menegaskan komitmen Pemkab Tangerang dalam menghadirkan layanan kesehatan yang semakin dekat, cepat, dan menyeluruh bagi seluruh warganya.***