“Kalau anak diperiksa pakai chart dan ternyata tidak bisa membaca, dia diminta maju. Kalau tetap tidak bisa, nanti ketahuan minus berapa setelah itu ditindaklanjuti pakai kacamata. Dampaknya besar, anak jadi bisa melihat jelas dan nilai sekolahnya ikut membaik,” ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan terkini, beberapa Puskesmas di Kota Serang juga menerima penghargaan atas kinerjanya dalam pelaksanaan CKG. Di antaranya, Puskesmas Walantaka dan Puskesmas Kilasah, yang dinilai aktif dalam menjalankan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
“Puskesmas Kilasah mendapat penghargaan kategori pelayanan CKG. Mereka terdaftar sebagai pelaksana pemeriksaan gratis yang aktif,” kata Kadinkes.
Selain program CKG, Dinas Kesehatan Kota Serang juga terus menjalankan berbagai langkah pencegahan melalui tim penanggulangan penyakit menular maupun tidak menular. Namun, dr.
Hasan menegaskan bahwa data kesehatan terbaru masih dalam tahap finalisasi.
“Kami punya data, tapi yang terbaru harus menunggu pembaruan Desember. Kami ingin data yang disampaikan benar-benar akurat,” ujarnya.
Pemkot Serang mengajak seluruh warga memanfaatkan layanan CKG sebagai investasi kesehatan jangka panjang. Kadinkes menegaskan bahwa deteksi dini merupakan kunci utama dalam menekan angka kesakitan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“CKG ini untuk mengetahui risiko lebih awal. Makin cepat diperiksa, makin cepat ditangani,” tutupnya. ***