Kota TangerangPemerintahan

Hari AIDS Sedunia di TangCity Mall: Pemkot Umumkan Perluasan Layanan HIV, Ada Apa di Baliknya?

TANGERANG — Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggelar rangkaian kegiatan edukatif dan kampanye kesehatan di TangCity Mall, Senin (1/12/25). Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Tangerang Maryono, Asda I Kota Tangerang Deni Koswara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni, serta komunitas peduli HIV, sekaligus menjadi momentum penting untuk mengumumkan perluasan layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) HIV di Kota Tangerang—dari sebelumnya 42 fasilitas kesehatan menjadi 54.

Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, menegaskan bahwa pemerintah terus memberikan perhatian khusus terhadap penanganan HIV/AIDS, baik untuk penyintas yang sudah lama menjalani pengobatan maupun mereka yang baru terdeteksi.

“Penanganan HIV/AIDS di Kota Tangerang sudah dilakukan sejak bertahun-tahun, mulai dari pendampingan medis, pemeriksaan berkelanjutan, hingga penguatan komunitas. Kami ingin memastikan mereka tetap dapat hidup layak, diterima masyarakat tanpa stigma, dan terus mendapatkan harapan melalui pengobatan yang optimal,” ungkap Maryono.

Ia menambahkan pentingnya menciptakan ruang aman bagi Orang Dengan HIV (ODHIV) agar dapat tetap beraktivitas dan hidup produktif.

“Kami memberikan kesempatan kepada mereka untuk bersosialisasi, beraktivitas, dan hidup produktif. Stigma hanya akan menghambat upaya penanganan dan memutus rantai penularan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengumumkan perluasan layanan PDP HIV menjadi 54 fasilitas kesehatan, yang meliputi 39 puskesmas dan sejumlah rumah sakit, baik negeri maupun swasta.

Daftar rumah sakit yang kini siap melayani PDP HIV antara lain: RS Annisa, RS Dinda, RS Hermina Tangerang, RS Hermina Ciledug, RS Karang Tengah Medika, RS Mulya, RS Tiara, RSUP Dr. Sitanala, RS EMC, RSUD Benda, RS Sari Asih Ciledug, RS Islam Sari Asih Arrahmah, hingga RS Daan Mogot Kesdam Jaya.

“Dengan adanya tambahan 12 layanan baru, akses kesehatan bagi ODHIV kini semakin mudah. Seluruh fasilitas kesehatan di Kota Tangerang kami buka untuk konsultasi, pemeriksaan, hingga pengobatan HIV. Ini adalah langkah penting menuju target zero kasus baru, zero kematian, dan zero stigma pada 2030,” jelas dr. Dini.

Ia menambahkan bahwa perluasan layanan ini juga dibarengi dengan penguatan kompetensi tenaga kesehatan melalui capacity building serta sesi brainstorming bersama narasumber dan komunitas WDI Suara.

“Kami ingin menemukan kasus sebanyak mungkin agar cepat ditangani dan rantai penularan bisa diputus. Skrining dilakukan mulai dari fasilitas kesehatan, ibu hamil, calon pengantin, hingga lokasi-lokasi berisiko seperti hotel dan tempat hiburan,” tutup dr. Dini.***

Related Posts

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *