Pemkab Tangerang, lanjutnya, akan terus berkomitmen memperkuat ekosistem UMKM melalui program berkelanjutan, mulai dari pelatihan, bantuan permodalan, hingga fasilitasi pemasaran.
“Harapan kita, dari sini akan lahir produk-produk unggulan lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” imbuhnya.
Ia juga mengajak seluruh pelaku UMKM untuk terus menjaga kualitas dan memperluas jejaring usaha.
“Gunakan kesempatan ini untuk memperluas jejaring, meningkatkan daya saing, dan membawa produk lokal kita ke panggung yang lebih besar,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah, menegaskan bahwa penyelenggaraan festival ini merupakan bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro.
“Festival ini adalah sarana strategis untuk memperluas jangkauan pasar, memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat, serta membangun jejaring usaha yang lebih kuat,” kata Anna.
Ia menambahkan bahwa koperasi dan UMKM merupakan sektor penting dalam membuka lapangan kerja dan menciptakan pemerataan pendapatan, sehingga membutuhkan wadah promosi yang efektif dan berkelanjutan.
Festival “Rasa dan Nada 2025” menghadirkan lebih dari 30 tenda UMKM, terdiri dari 20 tenda Kecamatan Solear, 4 tenda Cisoka, 4 tenda Tigaraksa, 1 tenda UPT-PDB Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, serta 1 tenda KDMP Pesanggrahan. Interaksi langsung dengan konsumen membuat transaksi berlangsung aktif dan meningkatkan omzet banyak pelaku usaha.