Rencananya, nota kesepahaman antara Pemkot Serang dan Teach First Indonesia akan ditandatangani pada 9 Januari 2026. Pada momentum itulah Maudy Ayunda hadir sebagai figur publik yang ikut mengajar sekaligus memperkenalkan pendekatan pembelajaran berbasis karakter.
Batch perdana berisi 15 guru yang akan ditempatkan di 15 sekolah dengan kebutuhan paling mendesak—mulai dari sekolah kumuh, sekolah di kawasan urban poor, sekolah perbatasan, hingga sekolah dengan kualitas KBM yang masih rendah.
“Mereka guru kelas. Selama dua tahun akan berdampak pada guru-guru lainnya karena ada pendekatan kolaboratif dan nilai karakter yang dibangun,” jelas Nuri.
Model ini bukan eksperimen kosong. Banyak negara berkembang telah merasakan dampaknya.
India menjadi contoh paling kuat, dengan lebih dari 1.000 guru Teach First yang kini memimpin perubahan pendidikan dan membentuk komunitas pendidikan baru.
“Ini sudah sukses di India dan negara lain. Dampaknya besar,” ujarnya.
Di Kota Serang, target perubahan pun tidak main-main. Dalam dua tahun, indikator yang dicanangkan mencakup peningkatan literasi dari 25 persen menjadi 75 persen serta penguatan nilai karakter siswa dari 50 menjadi 100.
“Sekolah yang KBM-nya tidak bermutu harus berubah. Ada indikator perubahan yang harus dicapai,” tegas Nuri.