“Ini bukan hanya tanggung jawab orang tua, tapi juga sekolah dan masyarakat,” tegas Niken. “Sekolah perlu mengajarkan literasi digital, sementara pemerintah bisa memperkuat regulasi konten ramah anak.”
Beberapa daerah bahkan mulai menerapkan program “Gerakan Sehari Tanpa Gawai” di sekolah, sebagai upaya mengembalikan kebiasaan bermain dan berinteraksi secara langsung.
Meski demikian, para ahli sepakat bahwa peran utama tetap ada pada keluarga. Anak belajar dari contoh, bukan sekadar aturan.
“Kalau orang tua juga sibuk dengan ponsel saat di rumah, jangan heran kalau anak melakukan hal yang sama,” tutur Niken.