“Kami tengah mengkaji penanda khusus bagi rekan-rekan yang bertugas di wilayah konflik, agar aparat di lapangan dapat memberikan perlindungan sesuai prosedur,” tambahnya.
Selain itu, Kapolri menyambut baik rencana pelatihan bersama antara Polri dan PWI guna meningkatkan profesionalisme dan sinergi kedua pihak.
Kapolri juga mengapresiasi soliditas baru PWI setelah konflik internal yang sempat terjadi.
“Kami jajaran di pusat maupun daerah sempat bingung menerima undangan dengan adanya dualisme kepengurusan. Kami ikut senang sekarang sudah bersatu kembali, diharapkan ke depan PWI semakin solid dan kompak,” kata Kapolri.
Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Kapolri terhadap kerja jurnalistik dan pentingnya konsistensi implementasi nota kesepahaman Dewan Pers dan Polri.
“Kami berterima kasih atas dukungan penuh dari Bapak Kapolri. Kami menyoroti pentingnya keseragaman implementasi nota kesepahaman antara Dewan Pers dan Polri di lapangan, terutama dalam penyelesaian sengketa pemberitaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, PWI berharap HPN 2026 menjadi momentum memperkuat persatuan pers nasional.
Audiensi ini turut dihadiri pejabat utama Mabes Polri, di antaranya Kabareskrim Polri Komjen Pol. Syahardiantono, Astamaops Komjen Pol.