Melalui Balai Latihan Kerja (BLK) keliling, pemerintah daerah menyediakan pelatihan praktis seperti menjahit, memasak, membuat kue, hingga tata rias pengantin.
“Anak-anak perempuan harus bisa menggali potensi diri. Pemerintah tidak hanya mementingkan sekolah formal, tetapi juga memikirkan bagaimana meningkatkan keterampilan agar mereka bisa berkembang dan bermanfaat,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Wabup Intan menyampaikan rasa terima kasih kepada para pengasuh pondok pesantren yang telah mendukung penuh program KNPI School sebagai pilot project pendidikan alternatif di Kabupaten Tangerang.
“Saya berterima kasih kepada Umi dan Abah yang telah mengizinkan anak-anaknya ikut dalam program kejar paket A, B, dan C ini. Mudah-mudahan semua lulus, punya ijazah, berilmu, dan berakhlak mulia. Semoga dari sini lahir generasi perempuan yang salehah, cerdas, dan berdaya saing,” pungkasnya.